Breaking News

EKONOMI FESyar Sumatera 2025 Catat Transaksi Lebih dari Rp12 Miliar, Dorong Akselerasi Ekonomi Syariah Regional 30 Jun 2025 17:47

Article image

BANDAR LAMPUNG, IndonesiaSatu.co – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2025 yang diselenggarakan di Lampung City Mall pada 21–25 Juni berhasil mencatat total transaksi temu bisnis dan pembiayaan lebih dari Rp12,43 miliar. Angka ini mencerminkan daya dorong ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) sebagai pilar pertumbuhan ekonomi daerah.

Capaian tersebut terdiri dari penjualan produk langsung selama acara mencapai Rp1,7 miliar; komitmen temu bisnis sebesar Rp3,6 miliar; dan fasilitasi pembiayaan syariah melalui sinergi dengan OJK dan Asbisindo Lampung mencapai Rp7,13 miliar.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa BI akan terus berperan sebagai Akselerator, Inisiator, dan Regulator dalam pengembangan eksyar nasional. “Pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan diharapkan membawa maslahat nyata, keadilan sosial, dan keberkahan bagi umat,” ujar Destry saat menutup acara, Selasa (25/6).

Pada 2024, sektor halal value chain tumbuh sebesar 4% (yoy) dan menopang sekitar 25% PDB nasional. Sementara itu, aset keuangan syariah Indonesia telah menembus Rp9.927 triliun, setara dengan 45% PDB. Di tahun 2025 ini, eksyar ditargetkan tumbuh di kisaran 4,8%–5,6%, sejalan dengan target Prioritas Nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global dengan kontribusi PDB syariah 56,11% pada 2029.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dan pelaku usaha dalam mempercepat penguatan eksyar di Sumatera. “Bank Indonesia tak hanya menjaga stabilitas moneter, tapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi inklusif dan berlandaskan nilai,” ungkapnya.

Dengan jumlah pesantren terbanyak di Sumatera, Provinsi Lampung dinilai memiliki potensi strategis untuk pengembangan eksyar, khususnya di sektor halal value chain, pemberdayaan ekonomi pesantren, dan UMKM berbasis syariah.

FESyar Sumatera 2025 mengangkat tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Regional.” Berbagai program unggulan digelar untuk memperkuat ekosistem halal dan literasi ekonomi syariah, antara lain: Peresmian 15 Zona Kuliner Halal Aman Sehat (KHAS) di wilayah Sumatera; Peluncuran destinasi wisata ramah Muslim di Pahawang dan Lampung Selatan; Gerakan Sadar Wakaf, dan: Pelatihan 100 Duta Literasi Eksyar.

Festival ini juga melibatkan 210 UMKM, menampilkan 7 jenis kompetisi syariah, 12 kegiatan edukasi, serta 3 sesi business matching yang menggandeng platform digital dan marketplace. Total pengunjung dan audiens mencapai 45.006 orang, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap gaya hidup halal dan ekonomi syariah.

FESyar Sumatera merupakan bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025, yang akan digelar pada 8–12 Oktober di Jakarta. Selanjutnya, Bank Indonesia akan menyelenggarakan FESyar Kawasan Timur Indonesia (KTI) pada Juli dan FESyar Jawa pada September mendatang.

Dengan sinergi antara halal value chain, keuangan komersial dan sosial syariah, serta penguatan gaya hidup halal, Bank Indonesia optimistis eksyar akan menjadi penggerak utama ekonomi nasional dan menempatkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. ***

--- Sandy Javia

Komentar