EKONOMI Fokus Kembangkan AI, Microsoft Umumkan Akan PHK Massal 6000 Karyawan 15 May 2025 01:10
Microsoft telah mengalokasikan US$80 miliar dalam belanja modal tahun ini. Sebagian besar dana itu ditujukan untuk memperluas pusat data demi mengurangi hambatan kapasitas untuk layanan kecerdasan buatan.
WASHINGTON, IndonesiaSatu.co-- Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft, mengumumkan akan memutus hubungan kerja (PHK) massal 6.000 karyawan atau setara 3 persen dari total pekerjanya.
PHK dilakukan untuk mengendalikan biaya operasional sambil menyalurkan investasi miliaran Dollar untuk pengembangan program kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
"Kami terus menerapkan perubahan organisasi yang diperlukan untuk memposisikan perusahaan dengan sebaik-baiknya agar sukses di pasar yang dinamis," kata juru bicara Microsoft dalam email, dikutip Reuters, Rabu (14/5/2025).
PHK yang dilakukan pihak Microsoft ini menimpa semua tingkatan dan wilayah, serta kemungkinan akan menjadi pemangkasan karyawan terbesar sejak Microsoft memecat 10 ribu karyawan pada 2023 lalu.
Microsoft tercatat memiliki 228 ribu karyawan per Juni 2024. Namun, perusahaan secara teratur melakukan PHK untuk memprioritaskan staf di area fokus utamanya.
Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) ini telah mem-PHK sejumlah kecil karyawan pada Januari 2025 lalu karena alasan kinerja.
Namun, CNBC International melaporkan PHK massal yang menimpa 6.000 karyawan nanti tidak terkait dengan kinerja staf.
PHK diumumkan beberapa minggu setelah Microsoft membukukan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan dalam bisnis komputasi awan Azure dan hasil yang luar biasa pada kuartal terakhir 2024.
Dua hal ini menenangkan kekhawatiran investor di tengah ekonomi yang tidak menentu.
Namun, biaya infrastruktur AI telah membebani profitabilitas perusahaan, dengan margin Microsoft Cloud menyempit menjadi 69 persen per Maret, dibandingkan keuntungan tahun lalu yang mencapai 72 persen.
Microsoft telah mengalokasikan US$80 miliar dalam belanja modal tahun ini. Sebagian besar dana itu ditujukan untuk memperluas pusat data demi mengurangi hambatan kapasitas untuk layanan kecerdasan buatan.
Big Tech memang telah menghabiskan banyak uang untuk pengembangan AI. Sebab, mereka melihat teknologi baru tersebut sebagai mesin pertumbuhan utama sambil memangkas biaya di pos lain agar tetap untung.
Selain Microsoft, langkah PHK juga dilakukan Google dengan memecat ratusan karyawan tahun lalu, karena berupaya mengendalikan biaya dan memprioritaskan AI.
--- Guche Montero
Komentar