Breaking News

INTERNASIONAL Gencatan Senjata Israel dan Palestina Mulai Diberlakukan 19 Jan 2025 14:32

Article image
Ilustrasi gencatan senjata antara Israel dan Palestina. (Foto: Getty Images)
Kesepakatan gencatan senjata Israel dan Hamas dicapai setelah negosiasi selama berbulan-bulan yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat.

KAIRO, IndonesiaSatu.coKesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza akan diberlakukan mulai Minggu (19/1/2025) pagi waktu setempat dan disusul oleh pertukaran atau pembebasan sandera dari masing-masing pihak.

Dilansir Reuters, Minggu (19/1/2025), gencatan senjata tersebut akan membuka jalan bagi kemungkinan berakhirnya perang di Gaza yang telah berlangsung selama 15 bulan dan menewaskan setidaknya 43.000 warga Palestina.

Disebutkan, militer Israel mulai menarik pasukannya  dari wilayah di Rafah, Gaza, ke koridor Philadelphia di sepanjang perbatasan antara Mesir dan Gaza.

Kesepakatan gencatan senjata  dan pembebasan sandera Israel dan Hamas, yang diumumkan oleh Presien AS Joe Biden pada Rabu (15/1/2025) lalu, dicapai setelah negosiasi selama berbulan-bulan yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat.

Tim Presiden AS Joe Biden bekerja sama dengan utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, untuk mendorong kesepakatan tersebut.

Disebutkan pula, tahap pertama gencatan senjata akan berlangsung selama enam minggu.

Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 33 dari 98 sandera Israel yang tersisa - wanita, anak-anak, pria berusia di atas 50 tahun, yang sakit dan terluka - akan dibebaskan.

Sedangkan, sebanyak 737 tahanan Palestina juga akan dibebaskan, beberapa di antaranya adalah anggota kelompok militan yang dihukum karena serangan yang menewaskan puluhan warga Israel.

Tiga sandera perempuan Israel diperkirakan akan dibebaskan pada Minggu sore melalui Palang Merah dan ditukar dengan 90 tahanan Palestina.

Kepala negosiator AS Brett McGurk mengatakan, kesepakatan gencatan senjata juga meliputi pembebasan empat sandera perempuan lainnya setelah tujuh hari, diikuti dengan pembebasan tiga sandera lagi pada setiap tujuh hari setelahnya.

--- Henrico Penu