EKONOMI Genjot Pertumbuhan Ekonomi Rakyat, Gubernur Melki Laka Lena Dorong Bank NTT Salurkan KUR Rp 1 Triliun bagi UMKM 06 Jun 2025 02:07
Gubernur Melki menyebut, target awal penyaluran KUR yakni sebesar Rp 1 triliun, yang akan digunakan untuk mendorong ekonomi masyarakat di level bawah, khususnya pada sektor pertanian, kelautan-perikanan, peternakan, dan perkebunan.
KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat dengan menjadikan Bank NTT sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nilai mencapai Rp 1 triliun mulai Juni 2025.
Hal itu disampaikan Gubernur Melki dalam pertemuan bersama pemangku kepentingan bertempat di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Kupang, Rabu (4/6/2025).
"Sejak lama saya sudah minta seluruh Bank NTT mengajukan permohonan agar menjadi bank yang menyalurkan KUR untuk Provinsi NTT," ujar Gubernur Melki.
Menurut Gubernur, proses tersebut telah berlangsung melalui koordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta Kemenko Perekonomian.
Kendala sebelumnya yakni terkait rasio kredit macet (NPL) dan hal itu sudah diatasi.
"Kami sudah turunkan NPL KUR Bank NTT hingga di bawah ambang batas yang diminta oleh Kementerian, dan itu tetap akan ditagih. Tetapi ini membuka jalan agar kita bisa mulai menyalurkan KUR," terang Gubernur.
Gubernur Melki menyebut, target awal penyaluran KUR yakni sebesar Rp 1 triliun, yang akan digunakan untuk mendorong ekonomi masyarakat di level bawah, khususnya pada sektor pertanian, kelautan-perikanan, peternakan, dan perkebunan.
"Kami akan pakai skema terbaik dan memastikan KUR digunakan dengan baik oleh masyarakat, disertai pendampingan dari lembaga terkait. Ini penting agar pergerakan ekonomi di lapangan berjalan dan kredit bisa dikembalikan ke Bank NTT, sehingga NPL kita turun di bawah satu persen," ujarnya.
Gubernur Melki juga menyinggung bahwa keberhasilan program KUR akan memperkuat program unggulan Pemprov; seperti Ban Villagement Produk Se-NTT yang akan didampingi oleh pemerintah kabupaten/kota, pengusaha, lembaga keagamaan, hingga kampus.
--- Guche Montero
Komentar