Breaking News

EKONOMI Siapkan Prasarana Inseminasi Buatan Sapi, Senator AWK Ajak Wujudkan Nusa Ternak Terintegrasi 09 Jun 2026 23:17

Article image
Senator Angelo Wake Kalo (AWK) saat bersama komunitas peternak di Lape, Nagekeo, menyiapkan kandang jepit untuk proses Inseminasi Buatan pada Juli mendatang. (Foto: Dok. Ist)
"Jika kualitas genetik ternak dapat diperbaiki secara bertahap, maka kesejahteraan peternak akan meningkat, dan NTT bisa menjadi salah satu kekuatan peternakan nasional,” kata AWK optimis.

MBAY, IndonesiaSatu.co-- Anggota DPD RI Dapil NTT, Angelius Wake Kako (AWK) sungguh-sungguh berkomitmen merealisasikan program Inseminasi Buatan Sapi melalui Gerakan Senator Inseminator.

Komitmen Senator AWK ditunjukkan dengan terlibat langsung bersama komunitas peternak di Lape, Kabupaten Nagekeo, menyiapkan kandang jepit sebagai prasarana untuk pelaksanaan Inseminasi Buatan pada bulan Juli 2026 mendatang. 

Senator AWK mengaku senang karena semakin banyak masyarakat dan peternak yang mau belajar dan bersedia mengikuti program Inseminasi untuk ternak mereka sebagai upaya meningkatkan kualitas genetik sapi lokal.

"Ini merupakan tindak lanjut dari komitmen yang selama ini saya sampaikan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi Inseminasi Buatan untuk meningkatkan kualitas ternak di NTT," kata Senator AWK, Selasa (9/6/2026).

Wakil Ketua I Komite II DPD RI itu menyebut, selain antusiasme masyarakat dan peternak, banyak dokter hewan yang ternyata peduli dan mau bergabung dalam gerakan ini secara sukarela.

"Antusiasme mereka membuat saya semakin percaya bahwa NTT sebagai Nusa Ternak Terintegrasi yang kami kampanyekan, bisa kita wujudkan," ujar AWK. 

"Semangat ini harus menjalar ke seluruh pelosok Desa, tempat harapan yang selama ini redup," lanjut inisiator Senator Inseminator itu.

Senator AWK lantas mengajak para peternak yang mau bergabung dengan komunitas Gerakan Senator Inseminator bisa bergabung melalui tautan: (https://chat.whatsapp.com/LE5C9IQLcn0EcuOTEWNDIm?s=sw&p=i&ilr=2)

"Syaratnya adalah harus peternak sapi, dan bersedia mengikuti arahan untuk di Inseminasi Buatan (IB). Bulan Juli nanti kita punya semen beku (sperma) jenis Wagyu yang akan diinseminasi ke sapi betina," imbuhnya.

Menurut Founder Nusa Ternak Terintegrasi itu, masyarakat sebenarnya memiliki keinginan besar untuk meningkatkan kesejahteraan melalui peternakan yang lebih produktif, namun masih terkendala keterbatasan informasi dan akses layanan inseminasi.  

“Kita memiliki populasi ternak yang besar, tetapi kualitasnya belum tentu baik. Salah satu tantangan yang kita hadapi adalah masih terjadinya perkawinan alami yang berpotensi menyebabkan inbreeding atau perkawinan sedarah sehingga berdampak pada kualitas genetik ternak,” bebernya.

Ia menyinggung, hasil komunikasi dengan berbagai pihak menunjukkan bahwa pengembangan program Inseminasi Buatan di daerah masih menghadapi dua kendala utama, yakni terbatasnya ketersediaan semen beku dari pejantan unggul dan minimnya tenaga inseminator lapangan.

Karena itu, melalui Gerakan Senator Inseminator, pihaknya bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Balai Inseminasi Buatan Lembang serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupaya memperluas edukasi sekaligus memperbanyak tenaga yang mampu mendampingi peternak dalam pelaksanaan IB.

"Jika kualitas genetik ternak dapat diperbaiki secara bertahap, maka kesejahteraan peternak akan meningkat, dan NTT bisa menjadi salah satu kekuatan peternakan nasional,” kata AWK optimis. 

"Saya berkomitmen bahwa Gerakan Senator Inseminator ini tidak lagi soal diskusi dan pelatihan semata, tetapi mulai diwujudkan melalui aksi nyata bersama masyarakat di lapangan," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar