INVESTASI Grup Sinar Mas Bangun Pabrik Baru Berkapasitas 3,9 Juta Ton di Karawang 21 Jun 2024 12:47
INKP menyebutkan bahwa tingkat utilisasi pabrik baru akan mencapai 50-60% pada akhir 2025 dan secara bertahap akan meningkat menjadi 90% pada 2026,
JAKARTA, IndonesiaSatu.co -– Grup Sinar Mas terus melebarkan bisnisnya. Kali ini Grup Sinar Mas, lewat perusahaan kertas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), sedang membangun pabrik baru di Karawang, Jawa Barat.
Berdasarkan keterangan dari Mandiri Sekuritas, progres pembangunan pabrik baru di Karawang, tersebut mencapai 28% pada Februari 2024.
“Hingga saat ini, INKP telah menggelontorkan 25% dari belanja modal (capital expenditure/capex) dengan menggunakan kas internal dan mendapatkan pinjaman sindikasi senilai US$ 1,8 miliar (Rp 28 triliun) dari 29 bank,” tulis Mandiri Sekuritas dalam ulasannya, yang memuat ringkasan dari Mandiri Investment Forum 2024, dikutip pada Minggu (17/3/2024).
Indah Kiat mulai membangun pabrik baru berkapasitas 3,9 juta ton di Karawang, Jawa Barat, sejak 2023.
Setelah ekspansi ini, kapasitas produksi Indah Kiat bakal mencapai 11 juta ton. Adapun total capex ‘proyek raksasa’ ini senilai US$ 3,6 miliar (Rp 56 triliun). Dari jumlah tersebut, sebesar 60% akan dibiayai oleh utang.
Rencana capex Indah Kiat untuk pabrik baru telah melebihi target minimal BKPM untuk mendapatkan tax holiday.
Dengan demikian, perseroan berhak mendapatkan tax holiday selama 22 tahun berupa pengurangan PPh badan 100% selama 20 tahun ditambah pengurangan PPh badan 50% selama 2 tahun.
Emiten berkode saham INKP tersebut menargetkan commissioning pabrik baru pada kuartal I-2025 atau tertunda dari rencana awal pada kuartal III-2024.
INKP juga merevisi asumsi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) pada studi kelayakan pabrik baru. ASP kertas industri akan menjadi di bawah US$ 1.000/ton selama lemahnya permintaan dari pasar China.
“INKP menyebutkan bahwa tingkat utilisasi pabrik baru akan mencapai 50-60% pada akhir 2025 dan secara bertahap akan meningkat menjadi 90% pada 2026,” ungkap Mandiri Sekuritas.
Pabrik baru tersebut diharapkan memiliki biaya tunai yang lebih rendah sekitar 30% berkat integrasi produksi dan penggunaan biomassa sebagai bahan bakar utama.
Kertas industri yang diproduksi akan menghasilkan gross profit margin (GPM) sebesar 35-40% dibandingkan GPM kertas industri dan tisu saat ini sekitar 25%.
“INKP berencana untuk mengekspor 80% dari total output pabrik baru ke China, Filipina, dan negara-negara Eropa. Perseroan juga akan menambah produk hilir dari proyek baru ini, misalnya cangkir kertas dan kemasan makanan,” sebut Mandiri Sekuritas seperti dilansir investor.id (17/6/2024).
INKP didirikan pada 1976 dan bergerak di bidang manufaktur pulp dan kertas. Perseroan memproduksi bubur kertas (pulp), tisu, dan berbagai jenis kertas budaya dan industri.
INKP memiliki tiga pabrik di Riau, Tangerang, dan Serang. Total kapasitas terpasang sebesar 7,2 juta ton. Kapasitas pulp, kertas budaya, kertas industri, dan tisu pada 2023 masing-masing sebanyak 3,1 juta ton, 1,6 juta ton, 2,4 juta ton, dan 0,1 juta ton.
Hingga September 2023, sebagian besar pendapatan INKP berasal dari pulp yaitu mencapai 39%.
Diikuti, kertas industri dan tisu sebesar 35% serta kertas budaya 26%. Tahun ini, perseroan memperkirakan bahwa stabilnya permintaan dari pasar Eropa dan Timur Tengah dapat mengimbangi potensi perlambatan di pasar China.
Meski demikian, Mandiri Sekuritas tidak memberikan rating atau target harga untuk saham INKP.***
--- Simon Leya
Komentar