Breaking News

PENDIDIKAN Gubernur NTT Lantik Mindriyati Astiningsih Jadi Bunda Literasi NTT Masa Bakti 2025-2030 11 Dec 2025 20:22

Article image
Gubernur NTT, Melki Laka Lena melantik Mindriyati Astiningsih sebagai Bunda Literasi NTT Masa Bakti 2025-2030. (Foto: HN)
Gubernur Melki mengatakan bahwa akan segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Belajar Masyarakat.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena resmi melantik Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena sebagai Bunda Literasi NTT masa bakti 2025-2030. 

Acara pengukuhan berlangsung di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, Kupang, Kamis (11/12/2025).

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur NTT Nomor: 497-Kep-HK-2025 yang ditandatangani pada 9 Desember 2025.

Pengukuhan tersebut menjadi rangkaian utama Festival Literasi NTT yang digelar pada 11–13 Desember 2025. 

Sejumlah agenda meramaikan festival ini, mulai dari Bicara Literasi, Lomba Story Telling, hingga Pameran Literasi dan UMKM.

Festival ini digagas sebagai ruang kolaborasi untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat, memperkuat karakter budaya, serta mendorong kreativitas pelajar, mahasiswa, akademisi, pustakawan hingga pelaku literasi.

Gelorakan Budaya Membaca

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menekankan bahwa budaya literasi sangat penting untuk terus senantiasa ditumbuhkan, dinyalakan dan digelorakan.

”Orang yang memiliki kemampuan literasi kuat akan mampu berpikir kritis, memahami informasi dengan benar, memiliki pemahaman dan pengetahuan luas serta mengambil keputusan yang tepat,” kata Gubernur melansir haluanntt.com

Menurut Gubernur, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi merupakan jendela untuk memahami dunia, bekal untuk mengubah hidup, dan kunci untuk membuka masa depan.

“Membaca itu jendela dunia, dan saya rasa itu bagian yang paling utama untuk meningkatkan kecakapan literasi seseorang. Tidak ada orang yang bisa memahami banyak hal tanpa membaca. Kita tidak bisa diskusi dengan orang lain kalau kita tidak rajin membaca,” ungkapnya.

Gubernur menyebut, rata-rata pemimpin yang hobi membaca akan mengambil kebijakan-kebijakan yang jauh lebih terukur, berdampak, dan bermakna daripada pemimpin-pemimpin yang jarang membaca. 

Gubernur Melki mengingatkan bahwa budaya literasi harus tumbuh dari keluarga atau dari orang-orang terdekat di rumah.

“Bisa dilakukan dengan membaca buku, koran, atau majalah,” ungkapnya.

Gubernur mengaku menaruh perhatian serius terhadap dampak buruk penggunaan handphone atau smartphone dan akses media sosial yang berlebihan, khususnya bagi anak-anak.

”Penelitian terbaru dari banyak psikolog menunjukkan bahwa semakin sering anak-anak dan juga orang tua bermain handphone, akan berakibat dengan menurunnya kapasitas untuk memahami suatu hal ataupun menurunkan kemampuan mengingat. Kita semua perlu melawan itu dengan membangkitkan budaya membaca yang lebih serius. Buku menjadi yang pertama dan terutama agar semakin menguatkan kemampuan literasi seseorang,” ungkapnya.

Tak lupa, Gubernur Melki mengucapkan selamat kepada Ibu Mindriyati Astiningsih Laka Lena yang baru saja dikukuhkan.

"Selamat menjalankan amanat dan tugas menjadi Bunda Literasi NTT. Saya harapkan agar kalau bisa nanti mungkin per satu bulan ada kegiatan literasi yang menarik untuk anak-anak. Selain itu kembangkan juga program perpustakaan desa. Kita aktifkan kembali budaya baca, perpustakaan desa diaktifkan lagi biar nanti anak-anak kita bisa kembali suka baca dan suka tulis,” harapnya.

Gubernur Melki mengatakan bahwa akan segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Belajar Masyarakat.

Pergub tersebut untuk memastikan anak PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga Mahasiswa, untuk diberikan waktu tertentu setiap hari agar mereka bisa didorong atau diberikan ruang untuk membangkitkan kembali budaya membaca ataupun menumbuhkan kreativitas.

”Kita ingin agar minimal ada satu setengah jam setiap hari (kecuali di hari Sabtu), dengan anak-anak dan keluarga itu didorong untuk duduk bersama, berkumpul untuk membaca ataupun bisa berdialog dan berdiskusi,” ajaknya.

--- Guche Montero

Komentar