REFLEKSI Hidup Dengan Pendirian Batin 28 Aug 2023 19:47
Pemborosan energi terjadi karena orang sibuk atau habis-habisan mencari ketenaran, materi, uang dan kekuasaan.
Oleh Valens Daki-Soo
Kita berada di dunia yang kian penuh tawaran menggiurkan, dan kalau tidak mawas diri, kita bisa tersedot oleh tarikan 'energi' yang tidak selalu positif itu ke dalam pusaran yang menenggelamkan jati diri dan kepribadian kita.
Setiap saat kita 'disapa' berbagai iklan, rayuan para penjual beraneka produk bisnis, dan di kota besar seperti Jakarta ini godaan seksual pun bisa terpapar di berbagai tempat.
Jika tidak kuat mengontol diri dengan olah batin dan sebagainya, tentu tak mudah untuk memagari diri dari segala tawaran kenikmatan yang berseliweran.
Pribadi yang matang tidak semata mengandalkan panca indra. Dia lebih memilih mendengarkan suara hati dan berpegang pada "petunjuk batin" dalam menyikapi realitas. Panca indra lebih berfokus pada apa yang tampil/tampak dan bisa salah dipersepsi sehingga hanya melahirkan ilusi.
Saya teringat pada seorang pemikir dan tokoh filsafat Timur, Lao-tzu. Dia bilang banyak manusia dewasa ini larut dalam perburuan.
Pemborosan energi terjadi karena orang sibuk atau habis-habisan mencari ketenaran, materi, uang dan kekuasaan. Itu semua tidak buruk, namun bisa menghancurkan diri manakala orang "lupa daratan dan lautan".
Loriann Oberlin MS, LCPC, lewat artikel berjudul "What It Really Means to Be Mature,: yang diterbitkan Psychology Today (17 April 2022), mengutip kolumnis Ann Landers menulis bahwa orang menunjukkan kedewasaan dalam kesabaran, ketekunan, dan pengambilan keputusan, dapat diandalkan, pengendalian diri, dan kerendahan hati; yaitu, kemampuan untuk mengakui “Saya salah.”
Terlampau obsesif pada perburuan materi dan kekuasaan justru bisa mengerdilkan jatidiri kita. Perburuan semacam itu benar-benar menguras energi lahir-batin karena apapun yang dicapai akan selalu dirasakan bagai 'sumur tanpa dasar'.
Orang bisa terjebak dalam ketidakpuasan yang kronis lalu hilang keseimbangan.
Pribadi yang hidup dengan pendirian batin sadar bahwa uang, materi dan kekuasaan memang perlu, namun semuanya dipandang sebagai sarana pemanusiaan diri dan sesama, bukan untuk berhamba pada materi atau membuat orang lain menghambakan diri pada kita.
Sahabat, saya sendiri sedang berjuang untuk lebih berpegang pada "pendirian batin". Saya tidak ingin tergantung pada cara pandang orang lain atau bagaimana pendapat mereka tentang diri dan kehidupan saya. Lebih menyelam ke dalam diri sendiri akan memampukan kita berpikir dengan jernih, melihat dengan lebih bening dan bertindak secara otentik, tanpa kepalsuan dan kemunafikan.
Mungkin Anda sudah lebih maju daripada saya. Tentu dengan senang hati saya ingin belajar dari Anda bahkan dari alam semesta ini.
Semoga kita tidak lekat pada kesementaraan yang fana dan mencari makna hidup yang lebih dalam dan orisinal ketimbang sekadar perburuan materi dan kekuasaan. Pendirian batin menyanggupkan kita melihat dunia dengan kacamata spiritual yang menjernihkan.
Semoga Anda dan saya bisa menjadi 'manusia tercerahkan' yang hidup dengan pendirian batin. ***
Penulis adalah peminat filsafat dan psikologi, pengusaha dan politisi, Pendiri & Pemimpin Umum IndonesiaSatu.co
Komentar