REFLEKSI Yesus: Kasihilah Musuhmu! Apa Maksudnya? Apakah Bisa? 08 Mar 2026 16:39
Oleh Valens Daki-Soo*
Ini adalah salah satu ajaran Yesus yang paling radikal (radikal berakar pada kata Latin "radix": akar, artinya sangat penting dan mendasar):
“Kasihilah musuhmu.”
Lalu apa yang dimaksud oleh Yesus dengan kata "kasih" ini? Tentu bukan sekadar perasaan sentimental-emosional. Juga bukan hanya semacam rasa romantis belaka.
Ya. Kata “kasih” yang dipakai Yesus
bukan sekadar perasaan yang bisa hilang-muncul dan fluktuatif.
Bukan cinta berdasarkan suasana batin (mood) yang pagi penuh semangat, sore bergerak melambat.
Jika kita mencermati konteks makna kasih ini dalam bahasa Yunani, kita bisa memetik makna yang jauh lebih dalam.
Mari kita simak ayat berikut ini:
Matius 5:44 (bagian dari Khotbah di Bukit)
Yesus berkata:
“Kasihilah musuhmu
dan berdoalah bagi mereka
yang menganiaya kamu.”
Coba kita cermati teks Yunani asli:
Ego de lego hymin,
agapate tous echthrous hymon
kai proseuchesthe
hyper ton diokonton hymas
Terjemahan Inggris:
“But I say to you,
love your enemies
and pray for those
who persecute you.”
Terjemahan Indonesia:
“Tetapi Aku berkata kepadamu:
Kasihilah musuhmu
dan berdoalah bagi mereka
yang menganiaya kamu.”
Secara teologis-biblis kita temukan kata kuncinya: agapate
Ya. Benar dugaan Anda, kata agapate ada hubungannya dengan agape, sebuah terminologi Yunani tentang cinta paling murni: agape
Ini adalah jenis kasih yang paling sejati, berbeda dengani kasih biasa atau makna cinta yang biasa digaungkan dalam lagu-lagu asmara, yang bikin Anda tertidur dalam lamunan di jalan-jalan penuh kelokan di Flores.
Agar konteksnya lebih terang, dalam bahasa Yunani kuno ada beberapa jenis kasih:
Eros
Cinta romantis.
Ya. Kalau Anda terbuai dalam dekapan kekasih Anda di kala remaja dan merasakan gairah yang menggebu-gebu, itulah eros.
Apakah ini buruk?
Tentu tidak. Itu cinta yang natural dan manusiawi, setiap kita hampir pasti sudah alami.
Philia
Kasih persahabatan.
Ya. Kasih antar sahabat.
Kasih jenis ini mulai bergeser ke tingkat lebih murni dari eros.
Murni dalam arti lebih bebas dari hawa nafsu.
Saya tidak bermaksud katakan nafsu itu selalu buruk.
Nafsu seksual misalnya itu baik dan perlu, namun nafsu apapun mesti bisa dikontrol.
Istilah militer itu harus "aman terkendali".
Storge
Kasih keluarga.
Ya, benar. Seperti Anda pahami, itu kasih yang kita rasakan kepada orang tua dan saudara-saudari sekeluarga kita.
Agape
Kasih tanpa syarat.
Ini jenis cinta kasih paling tinggi.
Cinta yang mengabdi.
Cinta yang rela berkorban diri.
Cinta murni yang mengalir dari kedalaman hati.
Nah. Yesus memakai kata Agape ini.
Artinya:
Yesus tidak mengatakan
“Anda harus menyukai musuhmu.”
Tetapi:
“Anda harus memilih
untuk mengasihi mereka.”
Jadi, cinta kasih jenis ini bukanlah emosi.
Ini adalah keputusan moral.
Dengan demikian, mengasihi musuh bukan berarti membenarkan kejahatan atau membiarkan ketidakadilan.
Tetapi Anda memutuskan untuk tidak membalas dengan kebencian.
Tidak mudah?
Ya.
Inilah alasan mengapa ajaran Yesus ini
dianggap sangat radikal pada zamannya, bahkan hingga hari ini masih sulit dilakukan.
Namun, kalau kita menapaki jalan yang sama seperti Yesus, salah satu konsekuensinya adalah bersikap seperti Dia.
Mengasihi dengan segenap jiwa-raga, melampaui pengertian manusia, membongkar segala sekat terutama sekat kebencian.
Apakah bisa? Ya, jika di dalam segalanya kita mengandalkan Dia, Kristus Sang AGAPE itu sendiri.
Selamat mencintai dengan ikhlas hati.
Tuhan memberkati. ***
---
*Penulis adalah pengusaha, politisi, peminat filsafat dan psikologi, Pendiri & CEO PT Veritas Dharma Satya (VDS Group)
Komentar