REGIONAL Redam Konflik Horizontal Proyek KDMP di Detusoko, TNI-Polri Fasilitasi Mediasi Para Pihak Terkait 10 Jun 2026 11:27
"Pihak Koramil 1602-03/Detusoko berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan pengerjaan proyek guna memastikan koordinasi antara Pemdes dan masyarakat tetap terjaga dengan baik," komit Lettu Nasir.
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Aparat TNI dan Polri di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (9/6/2026) berhasil memediasi perselisihan antara warga pemilik lahan dengan pemerintah desa (pemdes) Niowula terkait polemik pembangunan proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sempat menuai protes dan penolakan dari warga setempat, pihak sekolah, hingga Anggota DPRD Dapil IV Ende.
Mediasi yang berlangsung di Mapolsek Detusoko tersebut dihadiri langsung oleh Danramil 1602-03/Detusoko, Lettu Inf M. Nasir; Kapolsek Detusoko, Iptu Machmud Derang, serta para pihak terkait guna mencari solusi atas polemik yang terjadi.
Polemik tersebut yakni mobilisasi alat berat excavator yang hendak menuju lokasi proyek KDMP, melintasi halaman sekolah SDN Wolomoni dan sempat menggusur lantai teras sekolah, tiang penyangga, juga tanaman milik warga.
Aksi operator excavator itu lantas dihentikan oleh beberapa warga setempat setelah terjadi debat dan adu mulut.
Polemik tersebut kemudian viral lewat video yang diunggah dan pemberitaan media sehingga menuai kecaman publik yang menilai tindakan tersebut dilakukan secara sepihak dan melanggar kesepakatan bersama.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Niowula, Vinsensius Papa, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada pihak pemilik lahan, yakni Bapak Herminus Mana Gedo dan Bapak Elias Sai.
Pihak Pemdes mengakui adanya kelalaian dalam koordinasi dan komunikasi sebelum dimulainya pengerjaan proyek di lapangan.
Kedua belah pihak akhirnya bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Kesepakatan damai itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi bermeterai.
Dalam pernyataannya, pemilik lahan menegaskan dukungannya terhadap pembangunan KDKMP sebagai program strategis pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Mereka juga memastikan bahwa tidak ada permasalahan dengan pihak TNI AD terkait proyek KDMP tersebut.
Sementara itu, Danramil 1602-03/Detusoko, Lettu Inf M. Nasir, menyampaikan bahwa konflik ini murni terjadi akibat kurangnya komunikasi dan koordinasi antara perangkat desa dengan warga terdampak.
Ia menekankan pentingnya sinergi dan sosialisasi sebelum mobilisasi alat berat dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
"Kehadiran kami bersama pihak kepolisian untuk memastikan situasi tetap kondusif dan meredam potensi konflik horizontal. Kami berharap, ke depan pihak Pemdes lebih intens berkomunikasi dengan masyarakat agar proyek KDKMP ini dapat berjalan lancar tanpa kendala sosial," harap Lettu Nasir.
"Pihak Koramil 1602-03/Detusoko berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan pengerjaan proyek guna memastikan koordinasi antara Pemdes dan masyarakat tetap terjaga dengan baik," pungkasnya.
--- Guche Montero
Komentar