Breaking News

PARIWISATA Nando Watu Bekali Mahasiswa National University of Singapore dengan Konsep Triple Bottom Line 03 Jul 2026 16:18

Article image
Anggota DPRD Ende dari Fraksi PDI Perjuangan saat membawakan materi tentang Pariwisata berbasis masyarakat di SMK Negeri 7 Moni, Kelimutu, Ende. (Foto: Ist) 
Nando mengajak para mahasiswa NUS untuk melihat pariwisata bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi sebagai sarana membangun kolaborasi, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Anggota DPRD Ende dari Fraksi PDI Perjuangan, Ferdinandus Watu, berkesempatan membekali 29 mahasiswa National University of Singapore (NUS) saat membawakan materi terkait pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism).

Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Negeri 7 Moni, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT, Kamis (2/7/2026).

Di hadapan para mahasiswa NUS, para siswa SMK Negeri 7 Moni, para guru, dan dosen pendamping, politisi muda yang akrab disapa Nando itu menyajikan materi dalam bahasa Inggris. 

Di sela paparan materi, Nando juga membagikan pengalaman autentiknya selama lebih dari 15 tahun berkecimpung di dunia pariwisata, khususnya dalam pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat.

Triple Bottom Line

Dalam paparannya, Nando menekankan konsep Triple Bottom Line; yaitu People, Planet, dan Profit (3P), sebagai fondasi utama dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan.

Nando menjelaskan, People berarti manusia, yang harus menjadi pusat sekaligus subjek utama dalam setiap proses pembangunan pariwisata. 

"Pariwisata tidak hanya menghadirkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menciptakan ruang interaksi, pertukaran pengetahuan, dan pengalaman antara wisatawan dengan masyarakat lokal. Karena itu, masyarakat harus menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton," terangnya.

Sementara Planet mengandung makna bahwa seluruh aktivitas pariwisata harus berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan, budaya, dan nilai-nilai lokal. 

"Artinya, pengembangan destinasi wisata harus mampu menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam sebagai warisan yang perlu dilestarikan," lanjutnya.

Adapun Profit memgandung prinsip bahwa pariwisata harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan aspek sosial dan lingkungan.

"Pariwisata yang baik adalah pariwisata yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat, menjaga kelestarian alam, dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan," beber Nando.

Nando juga menyebut aneka potensi destinasi wisata di Kabupaten Ende yang perlu didorong dan ditingkatkan yakni kekayaan budaya, kearifan lokal, keindahan alam, hingga kehidupan masyarakat yang menjadi daya tarik utama daerah tersebut.

Nando menyebutkan bahwa Ende memiliki tiga destinasi utama yang menjadi magnet wisata.

Pertama, Kota Ende dan sekitarnya yang memiliki nilai sejarah sebagai tempat lahirnya gagasan Pancasila oleh Bung Karno selama menjalani pengasingan di Ende.

Kedua, kawasan Taman Nasional Kelimutu beserta kampung adat di sekitarnya yang menawarkan kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat lokal.

Ketiga, sektor pertanian dan peternakan yang menjadi penopang sekaligus bagian dari pengalaman wisata berbasis masyarakat.

Pada akhir materi dan pengalamannya, Nando mengajak para mahasiswa NUS untuk melihat pariwisata bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi sebagai sarana membangun kolaborasi, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Ketika sektor pariwisata menjadi magnet destinasi bahkan untuk konteks pembangunan daerah, maka tentu ada potensi yang perlu dilestarikan, ada masyarakat sebagai subjek utama yang perlu diberdayakan, serta ada dampak sosial-ekonomis yang perlu dikembangkan," tandas politisi Dapil 4 Ende asal Detusoko itu.

Untuk diketahui, sebanyak 29 mahasiswa National University of Singapore (NUS) sedang menjalani program pembelajaran lapangan di Kabupaten Ende selama empat hari. 

Selama berada di Ende, para mahasiswa itu akan mengunjungi sejumlah destinasi wisata, mengikuti program live in bersama masyarakat, serta melakukan kegiatan belajar bersama siswa SMK Negeri 7 Moni dan warga setempat.

--- Guche Montero

Komentar