Breaking News

OLAHRAGA Indonesia Bawa 25 Medali dari Thailand 14 Apr 2026 22:17

Article image
Atlet muda Delima Yunia Susanti meraih empat medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia kategori rookie kelas 79 kg putri. (Foto: Dok. NPC Indonesia)
Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia mengoleksi enam medali emas, empat perak, dan 15 perunggu.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Tim Indonesia berhasil meraih 25 medali dari ajang World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship di Bangkok, Thailand yang berlangsung pada 7-12 April 2026.

Hasil ini membuka peluang besar atlet Merah Putih untuk lolos ke Asian Para Games 2026.

Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia mengoleksi enam medali emas, empat perak, dan 15 perunggu. Raihan itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 klasemen perolehan medali.

Salah satu sorotan datang dari Abdul Hadi. Atlet yang turun di kelas 49 kg putra itu mencatatkan angkatan terbaik 179 kg.

Angkatan tersebut mengantarkan Abdul Hadi meraih dua medali emas, masing-masing dari kategori best lift elite open dan best lift Asia.

Selain Abdul Hadi, atlet muda Delima Yunia Susanti juga tampil gemilang. Atlet kelahiran 21 Juni 2010 itu sukses mengangkat beban 93 kg.

Prestasi tersebut membuat Delima meraih empat medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia kategori rookie kelas 79 kg putri.

Delima menjadi yang terbaik di kategori best lift rookie open, best lift rookie Asia, total lift rookie open, dan total lift rookie Asia.

Pelatih para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, mengapresiasi pencapaian tersebut. 

Ia menyebut hasil di Thailand menjadi modal penting dalam upaya lolos ke Asian Para Games 2026 di Nagoya.

"Insya Allah dari hasil perhitungan kita, semua atlet ini bisa lolos ke Nagoya sesuai yang ditargetkan. Dan ada beberapa kejutan, terutama Abdul Hadi, bisa menjadi (ranking) nomor satu di Asia bahkan Dunia. Delima yang baru berusia 16 tahun juga bisa memecahkan rekor rookie di kelas 79 kilogram," kata Coni Ruswanta dalam keterangan, Selasa (14/4/2026).

Coni juga menilai ajang ini memberi gambaran peta persaingan ke depan. Negara seperti Uzbekistan dan China masih menjadi lawan utama Indonesia. Dengan waktu sekitar lima bulan menuju Asian Para Games 2026, program latihan akan difokuskan untuk perburuan medali.

"Sebelum ini latihan kita fokuskan ke prestasi anak-anak agar banyak yang lolos ke Nagoya. Kedepan program sasarannya sudah ke medali. Kita juga menargetkan empat atlet bisa lolos ke Paralympic Los Angeles 2028 dengan skala lolosnya di ranking sembilan dunia," ungkap Coni.

"Semoga anak-anak bisa lebih fokus lagi latihannya. Dari sisi teknik angkatan sudah bagus, cuma untuk atlet-atlet baru masih ada rasa nervous-nya, tetapi Alhamdulillah sekarang bisa berlaga di kelas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASEAN Para Games kemarin," tutupnya.

--- Guche Montero

Komentar