Breaking News

EKONOMI Inflasi April 2026 Terjaga 2,42 Persen, Deflasi Pangan Jadi Penopang Utama 05 May 2026 11:18

Article image
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan April mengalami inflasi tipis sebesar 0,13% (mtm), sehingga secara tahunan inflasi terkendali di level 2,42% (yoy).

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Laju inflasi Indonesia pada April 2026 terpantau melandai dan tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah 2,5% pm 1%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan April mengalami inflasi tipis sebesar 0,13% (mtm), sehingga secara tahunan inflasi terkendali di level 2,42% (yoy).

Angka tahunan ini tercatat lebih rendah dibandingkan realisasi Maret 2026 yang sempat menyentuh 3,48% (yoy). Bank Indonesia (BI) menilai pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi kebijakan moneter serta penguatan sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran pada 2026 dan 2027, didukung oleh Program Ketahanan Pangan Nasional,” tulis Bank Indonesia dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/2026).

Normalisasi Harga Pangan Pasca-Lebaran

Penurunan tekanan inflasi secara tahunan didorong oleh kelompok harga bergejolak (volatile food) yang mengalami deflasi sebesar 0,88% (mtm). Komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan aneka cabai menjadi penyumbang utama deflasi seiring dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah libur Idulfitri.

Selain faktor musiman pasca-HBKN, berlangsungnya panen raya di sejumlah daerah sentra produksi turut memperkuat pasokan pangan domestik. Secara tahunan, inflasi volatile food turun menjadi 3,37% (yoy) dari bulan sebelumnya yang mencapai 4,24% (yoy).

Di sisi lain, kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) mencatatkan kenaikan inflasi menjadi 0,69% (mtm). Lonjakan ini dipicu oleh penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, LPG nonsubsidi, serta kenaikan tarif angkutan udara akibat naiknya harga avtur dunia.

Meskipun secara bulanan meningkat, secara tahunan inflasi kelompok ini menurun tajam ke level 1,53% (yoy), jauh di bawah posisi Maret 2026 yang sempat berada di angka 6,08% (yoy).

Inflasi Inti dan Dampak CPO

Inflasi inti pada April 2026 tercatat sebesar $0,23\%$ (mtm), sedikit meningkat akibat kenaikan harga minyak goreng yang terpengaruh tren penguatan harga crude palm oil (CPO) global. Meski demikian, secara tahunan inflasi inti tetap stabil dan terjaga di level 2,44% (yoy).

Pemerintah dan BI berkomitmen untuk terus memperkuat Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) guna memitigasi risiko kenaikan harga komoditas global di masa mendatang. ***

Ringkasan Indikator Inflasi Indonesia (April 2026):

Komponen Inflasi Realisasi (mtm) Realisasi (yoy) Tren (vs Maret)
IHK (Umum) 0,13% 2,42% Melandai
Inflasi Inti 0,23% 2,44% Stabil
Volatile Food -0,88% (Deflasi) 3,37% Menurun
Administered Prices 0,69% 1,53% Meningkat (mtm)

 

--- Sandy Javia

Komentar