NASIONAL INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA MUTLAK DITANAMKAN DI TENGAH ARUS GLOBAL YANG MASIF (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI) 25 Oct 2026 15:01
Dalam presentasi mendalam tentang situasi geopolitik dan ketahanan Nasional , Prof. Purnomo menekankan bahwa ketahanan Nasional masa kini tidak lagi hanya diukur dari kekuatan militer konvensional, melainkan dari tiga pilar utama.
Oleh Dr. RD. Rofinus Neto Wuli,S.Fil., M.Si (Han)*
PELAKSANAAN Sarasehan Nasional Kebangsaan Tokoh Bangsa pada tanggal 24 Oktober 2026 di Jakarta menjadi momentum penting di tengah dinamika geopolitik global dan tantangan domestik yang kian kompleks. Sarasehan yang menghadirkan Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas RI Prof. Purnomo Yusgiantoro Ir., MSc.,MA.,PhD.,IPU membuat diskusi ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi para tokoh bangsa, melainkan forum konsolidasi pemikiran strategis demi menjaga keutuhan NKRI.
Dalam presentasi mendalam tentang situasi geopolitik dan ketahanan Nasional , Prof. Purnomo menekankan bahwa ketahanan Nasional masa kini tidak lagi hanya diukur dari kekuatan militer konvensional, melainkan dari tiga pilar utama:
Pertama, Ketahanan Energi dan Lingkungan: Menghadapi transisi energi global dan target Net Zero Emission, kemandirian energi menjadi benteng pertahanan pertama perekonomian nasional.
Kedua, Keamanan Siber dan Teknologi: Di era transformasi digital, ancaman asimetris berupa kejahatan siber dan disinformasi dapat meretakkan persatuan nasional jika tidak diantisipasi secara sigap.
Ketiga, Integritas Ideologi: Internalisasi nilai-nilai Pancasila di tengah arus globalisasi yang masif harus terus ditanamkan lintas generasi.
Peran Strategis IKAL Lemhannas sebagai Think Tank Bangsa
Sesuai dengan visi kepemimpinan Prof. Purnomo Yusgiantoro, IKAL Lemhannas diposisikan bukan sekadar wadah alumni, melainkan "Rumah Besar Pemikiran Strategis".
Sarasehan ini berhasil menegaskan kembali komitmen peserta dan para alumni Lemhannas untuk: Menghasilkan Rekomendasi Aplikatif: Memberikan masukan strategis yang transdisipliner kepada pemerintah demi mendukung agenda pembangunan dan ketahanan nasional.
Menjaga Soliditas Kebangsaan: Menjadi perekat di tengah potensi polarisasi sosial-politik. Peningkatan Literasi Kebangsaan: Mendorong keterlibatan pemuda dan elemen masyarakat sipil dalam memperkuat wawasan kebangsaan.
Catatan Penting
Kemandirian Bangsa Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan alumni Lemhannas harus ditindaklanjuti secara konkret, bukan berhenti di meja diskusi. Pendidikan Karakter Penguatan literasi kebangsaan perlu memanfaatkan platform digital modern agar relevan dengan Generasi Z dan Alpha. Sinergi Lintas Sektor Kolaborasi antar-lembaga perlu ditingkatkan untuk mengawal kebijakan strategis jangka panjang Indonesia.
Harapan Kardinal Suharyo
Sebelumnya Kardinal Mgr. Suharyo mengatakan cinta Indonesia adalah warisan sejarah yang perlu dihayati bangsa Indonesia utamanya para generasi muda. Sarasehan Nasional Tokoh Bangsa sebagai bagian kegiatan Forum Masyarakat Katolik Indonesia ( FMKI ) dalam rangka mensyukuri HUT ke 28 FMKI, memperingati Santo Yohanes Paulus II sebagai Santo Pelindung FMKI, Pelantikan Dewan Pengurus Nasional FMKI, dan Rapat Kerja Nasional FMKI 2026.
Sarasehan Nasional Kebangsaan FMKI Komisi Kerasulan Awam (Kerawam ) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) tersebut mengambil tema utama "Mencintai Indonesia : Merawat Hikmat Kebijaksanaan, Menjaga Keadaban Republik".
Sarasehan Nasional yang berlangsung di Hall Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Jakarta Sabtu 24 Oktober 2026 ini menghadirkan:
Keynote Speech: Mgr. Prof. Dr. Ignatius Kardinal Suharyo (Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Uskup Keuskupan TNI-Polri/ Ordinariatus Castrensis Indonesia).
Narasumber:
Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU (Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi , Ketua Umum DPP. IKAL Lemhannas RI) – Perspektif Tokoh Nasional Umat Awam Katolik.
2. Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, M.A. (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah) – Persektif Tokoh Nasional Lintas Agama.
3. Romo Yohanes Kurnianto Jeharut (Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam KWI) – Perspektif Hierarki Gereja Katolik Indonesia.
4. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, S.Psi., M.Psi (Direktur Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia) _ Perspektif Pegiat Demokrasi dan HAM.
Moderator: Dr.Phil. Lisa Esti Puji Hartanti, S.Sos., M.Si (Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPN FMKI).
Pelaksanaan Sarasehan Nasional ini didahului dengan Misa Syukur dan Pelantikan Dewan Pengurus Nasional Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) periode 2026-2031 di Hall Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Jakarta Sabtu 24 Oktober 2026.
Misa Syukur dengan Tema: "Totus Tuus: 28 Tahun FMKI Bergerak Bergegas Dalam Teladan Santo Paus Yohanes Paulus II" ini dipimpin oleh Mgr Yohanes Harun Yuwono (Ketua Komisi Kerasulan Awam KWI), bersama dengan:
1. RD Yohanes Kurnianto Jeharut (Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam KWI).
2. RD Antonius Suyadi (Ketua Komisi HAAK Keuskupan Agung Jakarta).
3. RD Rofinus Neto Wuli ( Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Ende),
4. RD Paulus Posma Manalu (Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Sibolga).
Besar harapan sebagaimana ditekankan Bapak Kardinal Suharyo sebagai pembicara kunci, semoga sarasehan ini menjadi ruang perjumpaan membangun “Sinodalitas-Kebangsaan”: membaca Nota Pastoral KWI 2026 berjudul: “Jalan Harapan di Tengah Dinamika Bangsa: Gereja Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan di Indonesia”, memanggil kita menjadi Gereja yang sinodal, misioner, profetis, dan membangun jembatan.***
*Penulis adalah Ketua DPD IKAL Lemhannas Provinsi NTT & Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Agung Ende
Komentar