Breaking News

INTERNASIONAL Kamboja Serius Perangi Perdagangan Manusia dan Eksploitasi Seksual 30 Mar 2025 11:32

Article image
Ilustrasi gerakan menghentikan perdagangan manusia. (Foto: Ist)
Para pejabat melaporkan ada 197 kasus yang dilaporkan tahun lalu, naik 20% dari 164 kasus tahun sebelumnya.

PHNOM PENH, IndonesiaSatu.co -- Kamboja meningkatkan upaya untuk memerangi perdagangan manusia dan eksploitasi seksual.

Para pejabat melaporkan ada 197 kasus yang dilaporkan tahun lalu, naik 20% dari 164 kasus tahun sebelumnya.

Chou Bun Eng, pejabat senior di Kementerian Dalam Negeri dan Komite Nasional untuk Antiperdagangan Manusia, mengatakan polisi menangkap 273 tersangka, termasuk 30 orang asing.

Pihak berwenang juga menyelamatkan 523 korban, 230 di antaranya adalah anak-anak. Ini berarti hampir 44% korban berusia di bawah 18 tahun.

Bun Eng mengatakan perdagangan anak dan eksploitasi seksual, baik daring maupun luring, merupakan masalah serius.

Ia berjanji bahwa pemerintah akan terus memerangi segala bentuk perdagangan manusia dan melindungi hak-hak korban.

Banyak kasus perdagangan manusia di Kamboja melibatkan penipuan, pekerjaan ilegal, perselisihan perburuhan, dan imigrasi tidak sah.

Bulan lalu, Perdana Menteri Hun Manet menjanjikan tanggapan keras terhadap penculikan, kejahatan dunia maya, dan perdagangan manusia. Ia mengatakan Kamboja tidak akan menoleransi kejahatan ini.

---R.Kono

Komentar