INTERNASIONAL Kapal Selam AS Tenggelamkan Fregat Iran 06 Mar 2026 21:18
"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo," kata Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.
WASHINGTON, IndonesiaSatu.co-- Sebuah kapal selam Amerika Serikat (AS) menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka.
Tembakan torpedo kapal selam AS menewaskan sedikitnya 87 pelaut dan menyebabkan puluhan lainnya hilang.
Dilansir AFP, penenggelaman tersebut terjadi ketika perang yang dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran terus menyebar di Timur Tengah.
"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo," kata Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth kepada wartawan di Washington, Rabu (4/3/2026) waktu setempat.
Hegseth menyebut, serangan itu sebagai "kematian senyap" dan penenggelaman kapal musuh pertama oleh AS dengan torpedo sejak Perang Dunia II.
"Seperti dalam perang itu, kita berjuang untuk menang," katanya.
Angkatan Laut Sri Lanka menemukan jenazah 87 pelaut dari perairan dekat kota Galle di selatan, tetapi 61 lainnya masih hilang, kata polisi dan pejabat pertahanan.
"Pencarian masih dilakukan untuk yang lainnya," kata seorang pejabat angkatan laut kepada AFP dengan syarat anonim.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Vijitha Herath mengatakan bahwa pasukan Sri Lanka telah menyelamatkan 32 pelaut, banyak yang terluka, dari fregat Iran IRIS Dena yang mengalami kerusakan.
Para pelaut yang diselamatkan sedang dirawat di Galle, di mana seorang fotografer AFP melihat gelombang pertama lebih dari dua lusin jenazah diangkut ke rumah sakit pada Rabu malam.
"Kapal tersebut mengirimkan panggilan darurat pada subuh tetapi telah tenggelam sepenuhnya pada saat kapal penyelamat mencapai daerah tersebut dalam waktu satu jam, hanya menyisakan bercak minyak di permukaan," kata juru bicara angkatan laut Sri Lanka, Buddhika Sampath.
Kapal perang itu sedang berlayar setelah dilaporkan mengikuti latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam di India bagian timur.
"Serangan itu terjadi hanya 40 kilometer (25 mil) selatan Galle," kata angkatan laut setempat.
Iran belum berkomentar tentang tenggelamnya kapal tersebut.
Duta Besar Teheran di Kolombo, Alireza Delkhosh, tidak segera dapat dihubungi untuk memberikan komentar.
Sampath mengatakan, respons Sri Lanka terhadap panggilan darurat tersebut sesuai dengan kewajiban maritimnya.
"Ini berada di dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia," kata Sampath kepada AFP.
Sri Lanka tetap netral dan berulang kali mendesak dialog untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.
Lebih dari satu juta warga Sri Lanka bekerja di wilayah tersebut, dan mereka merupakan sumber devisa utama bagi negara yang baru pulih dari krisis ekonomi terburuknya pada tahun 2022.
Baik angkatan laut maupun angkatan udara Sri Lanka mengatakan bahwa mereka tidak akan merilis rekaman penyelamatan tersebut karena melibatkan militer negara lain.
Polisi meningkatkan keamanan di luar rumah sakit Galle saat warga Iran yang terluka dibawa ke sana.
--- Guche Montero
Komentar