Breaking News

REGIONAL Kecelakaan Heli, Rencana Pernikahan Siska pun Pupus 09 Jul 2016 23:59

Article image
Pemakaman Fransica korban heli jatuh di Sleman (Foto: detikcom)
Seperti yang dilansir detik.com, Bambang Suprapto, paman Fransiska telah mendapat undangan secara lisan untuk menghadiri acara pernikannya. Namun, sang paman mengaku, belum mengetahui identitas calon suami Fransiska.

KARANGANYAR, IndonesiaSatu.co -- Kisah Fransiska Nila Gustian, warga sipil yang menjadi korban tewas akibat kecelakaan helipkopter TNI AD mengundang duka yang mendalam. Pasalnya, Fransiska akan segera menikah dalam waktu dekat dengan sang calon suami Serka Rahmad. Namun, semua rencana itu harus berakhir. Maut begitu cepat menjemputnya.

Seperti yang dilansir detik.com, Bambang Suprapto, paman Fransiska telah mendapat undangan secara lisan untuk menghadiri acara pernikannya. Namun, sang paman mengaku, belum mengetahui identitas calon suami Fransiska.

“Dia (Fransisca) mengatakan akan segera menikah. Secara lisan mengundang saya untuk datang ke pernikahannya nanti. Kami memang jarang bertemu karena rumah kami jauh. Saat ditanya kapan tepatnya, dia hanya mengatakan dalam waktu dekat. Saat itu dia juga tidak menyebut identitas nama atau pekerjaan calon suami yang akan menikahinya,” kata paman Fransisca, Bambang Suprapto kepada detik.com, Sabtu (9/7/2016). 

Fransiska adalah seorang tenaga medis di sebuah klinik di daerah Gajahan, tak jauh dari rumahnya. Perempuan yang akrab dipanggil Siska ini adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Sri Marjono dan Sri Widati 55. Kini Jenazah Fransisca dimakamkan di TPU Kradenan, Blulukan, Colomadu, Karanganyar

Terkait hubungannya dengan Serka Rahmad, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Jaswandi mengatakan bahwa Siska adalah calon istri Serka Rahmad yang juga menjadi korban pesawat helikopter yang jatuh. Serka Rahmad diketahui luka berat akibat kejadian ini. 

Hingga saat ini belum ada penjelasan mengenai alasan Siska bisa ikut serta dalam penerbangan helikopter tersebut. Kakak dan adik kandungnya menolak diwawancara wartawan. Sedangkan kedua orangtuanya belum bisa ditemui karena kondisi emosionalnya.

Komentar