REGIONAL Kementerian ESDM Bantu Warga Terdampak Gempa di Nagekeo-NTT 30 Sep 2026 13:12
"Semoga lewat bakti sosial ini masyarakat terdampak bisa terbantu, diberi kesabaran dan kesehatan tetap terjaga," harap Rudy.
NAGEKEO, IndonesiaSatu.co-- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar bakti sosial (baksos) bagi warga terdampak gempa Flores di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada titik pertama dalam misi kemanusiaan ini, Kementerian ESDM memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan paket sembako kepada warga terdampak di Desa Labolewa, kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Rabu (30/9/2026) pagi.
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM Komjen Pol (Purn) Drs Rudy Sufahriadi bersama rombongan Kementerian, saat tiba di lokasi kegiatan menyapa hangat ratusan warga yang sangat antusias menunggu antrean untuk menerima bantuan.
Sebelum penyerahan bantuan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan dari masyarakat, Rudy Sufahriadi juga meninjau langsung pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh tenaga kesehatan Ditjen Minerba, BPH Migas, Ditjen EBTKE dan Tim Relawan Nakes di posko setempat.
Kado HUT ke-81 Lewat Misi Kemanusiaan
Dalam sambutan singkatnya, Rudy mengatakan aksi bakti sosial tersebut merupakan kado HUT ke-81 Pertambangan dan Energi lewat misi kemanusiaan kepada korban bencana gempa Flores.
"Dalam rangka hari jadi Pertambangan dan Energi ke-81, Kementerian ESDM melakukan bakti sosial kepada korban gempa di Flores, NTT," kata Rudy.
"Dalam aksi bakti sosial ini, kita memberikan bantuan berupa paket sembako dan layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga. Semoga lewat bakti sosial ini masyarakat terdampak bisa terbantu, diberi kesabaran dan kesehatan tetap terjaga," harap Rudy yang juga Staf Ahli Menteri ESDM ini.
Apresiasi dan Terima Kasih
Camat Aesesa, Yakobus Laga Kota, SH pada kesempatan itu memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Menteri ESDM dan seluruh jajaran Kementerian ESDM atas perhatian, kepedulian, dan bantuan kepada warga terdampak bencana gempa Flores, khususnya di kecamatan Aesesa, Nagekeo.
"Dirgahayu untuk Pertambangan dan Energi, Kementerian ESDM untuk hari jadi ke-81. Atas nama masyarakat Kecamatan Aesesa, saya menyampaikan terima kasih kepada Menteri ESDM dan seluruh jajaran Kementerian yang telah hadir langsung dan membantu kami yang mengalami bencana," kata Camat Yakob.
Yakob menyebut bantuan tersebut merupakan wujud perhatian dan kepedulian nyata pemerintah.
"Perhatian, kehadiran dan bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat tidak merasa sendirian di tengah bencana yang mereka alami. Semoga Tuhan memberkati seluruh langkah kerja jajaran Kementerian ESDM Indonesia," ujar Camat Yakob.
Ungkapan terima kasih juga diutarakan Antonius Pama (70) dan Mathilda Roja (69).
Mereka mengaku sangat bahagia dan tetap merasa kuat meski di tengah bencana dan tuntutan kebutuhan pasca bencana gempa.
"Saat gempa, rumah saya rusak. Dengan bantuan dari pemerintah, pasti kami senang, termasuk perhatian dari dokter dan tenaga kesehatan yang selalu mengontrol kesehatan kami. Terima kasih atas segala bentuk bantuan kepada kami," ujar Antonius yang mengaku bekerja sebagai petani itu.
"Kami senang dan bahagia karena selalu ada perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan kami setelah bencana gempa, baik bantuan sembako maupun pelayanan kesehatan. Kami merasa dikuatkan. Terima kasih untuk perhatian dan bantuan pemerintah melalui Kementerian ESDM," ungkap Mathilda Roja kepada media ini.
Sebelumnya, seperti diberitakan media ini, Kementerian ESDM melakukan bakti sosial pada 30 September hingga 2 Oktober 2026, sebagai bagian dari aksi kemanusiaan dalam rangka peringatan HUT Pertambangan dan Energi ke-81 tahun 2026.
Dalam bakti sosial ini, terdapat tiga kegiatan penting; yakni pemeriksaan kesehatan gratis, "trauma healing" bagi anak-anak, serta pembagian kebutuhan pokok berupa paket sembako.
Kegiatan tersebut ditargetkan menyasar 5000 warga yang tersebar di tiga lokasi, yakni warga Desa Lebolewa di Kecamatan Aesesa (1000 warga), Posko Utama Mbay (3000 warga), dan warga Desa Ladolima di Kecamatan Keo Tengah (1000 warga).
Selain bantuan sembako (5000 paket), Kementerian ESDM juga menyalurkan bantuan trauma healing (300 paket), bingkisan (300 paket) serta bantuan paket kebutuhan di sekolah-sekolah terdampak, seperti pakaian pramuka dan seragam nasional siswa SD (180 stel), pakaian pramuka dan seragam nasional siswa SMP (80 stel), pakaian pramuka dan seragam nasional Guru (75 stel), sepatu siswa (229 pasang), speaker aktif, mikrofon hingga laptop.
--- Guche Montero
Komentar