Breaking News

INTERNASIONAL Keputusan Trump Serang Iran Picu Reaksi Keras dari Kongres AS 25 Jun 2025 10:05

Article image
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)
"Keputusan Presiden untuk mengebom Iran tanpa otorisasi adalah pelanggaran serius terhadap Konstitusi dan kekuasaan perang Kongres. Ini benar-benar dan jelas merupakan dasar pemakzulan,” tulis Cortez.

WASHINGTON, IndonesiaSatu.co-- Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk menyerang tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025) kemarin, memicu gelombang reaksi keras dari Kongres AS.

Sejumlah anggota legislatif menuduh Trump bertindak sewenang-wenang dan melanggar konstitusi karena tidak meminta persetujuan Kongres lebih dulu. Pemimpin Minoritas DPR dari Partai Demokrat, Hakeem Jeffries, mengatakan bahwa Trump telah menyesatkan publik. 

“Donald Trump berjanji membawa perdamaian ke Timur Tengah. Ia gagal memenuhi janji itu. Risiko perang kini meningkat drastis, dan saya berdoa untuk keselamatan pasukan kita yang berada dalam bahaya,” ujar Jeffries dalam pernyataan resmi, melansir Kompas.com

"Trump gagal mencari otorisasi Kongres dan mempertaruhkan keterlibatan Amerika dalam perang berbahaya di Timur Tengah,” lanjutnya. 

Jeffries menekankan bahwa Trump harus bertanggung jawab sepenuhnya atas segala konsekuensi dari aksi militer sepihak tersebut. 

Kritik keras juga datang dari Senator independen, Bernie Sanders yang sedang berada di Tulsa, Oklahoma saat mendengar kabar serangan. 

“Berita ini sangat mengkhawatirkan dan jelas-jelas tidak konstitusional. Semua orang tahu, satu-satunya entitas yang memiliki wewenang untuk membawa negara ini ke perang adalah Kongres AS,” kata Sanders.

Anggota DPR dari Demokrat, Alexandria Ocasio-Cortez, bahkan menyerukan pemakzulan.

“Keputusan Presiden untuk mengebom Iran tanpa otorisasi adalah pelanggaran serius terhadap Konstitusi dan kekuasaan perang Kongres. Ini benar-benar dan jelas merupakan dasar pemakzulan,” tulis Cortez di platform X.

Senada, Anggota Kongres Ro Khanna menyebut serangan itu sebagai langkah yang “tidak konstitusional” dan mengajak anggota parlemen untuk segera kembali ke Washington guna mengesahkan Resolusi War Powers yang ia ajukan bersama politisi Republik Thomas Massie.

“Kita harus mencegah Amerika terseret dalam perang tanpa akhir di Timur Tengah,” tegas Khanna. Massie, dari Partai Republik, juga memposting kritik serupa, “Ini tidak konstitusional.”

Ketua Komite Intelijen DPR, Jim Himes dari Connecticut, turut memprotes tindakan Trump.

Meski banyak yang mengecam, tak sedikit juga politisi yang membela langkah Trump.

Senator Lindsey Graham, dari South Carolina, menyebutnya sebagai keputusan yang tepat. “Rezim Iran pantas mendapatkannya. Pekerjaan yang hebat, Presiden @realDonaldTrump,” tulis Graham.  “Kita punya Angkatan Udara terbaik di dunia. Saya sangat bangga,” tambahnya.

Senator John Cornyn dari Texas juga mendukung serangan tersebut.

“Trump membuat keputusan yang berani dan tepat untuk mengeliminasi ancaman nuklir Iran. Inilah kepemimpinan di panggung dunia,” tulis Cornyn.

--- Guche Montero

Komentar