INSPIRASI Kisah Inspiratif Perawat Cantik bawa 'Asett Sambal' dari TTS ke Pasar Internasional 07 Feb 2025 10:16
Yaya berhasil bangkit dan merintis sebuah produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sukses, bahkan menembus pasar internasional.
KISAH hidup Yarni Nabuasa, atau yang akrab disapa Yaya, asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Nusa Tenggara Timur, benar-benar menginspirasi. Dari berbagai cobaan berat yang harus dia hadapi—kehilangan ibu tercinta, patah hati, hingga gagal lulus ujian profesi—Yaya berhasil bangkit dan merintis sebuah produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sukses, bahkan menembus pasar internasional.
Meski tumbuh dalam keluarga yang sederhana, Yaya selalu bertekad untuk meraih impian. Sebagai anak keempat dari lima bersaudara, dia menyelesaikan pendidikan di sebuah perguruan tinggi di Kota Kupang. Ayahnya, Sergius Nabuasa, seorang petani yang bekerja keras untuk menyekolahkan anak-anaknya, harus berjuang seorang diri setelah istri tercinta, Sarah Selvina Samadarah, meninggal dunia.
Keadaan tak mudah bagi Yaya, terutama setelah kehilangan ibunya. Namun, meski statusnya sebagai anak piatu, Yaya tetap berusaha untuk membanggakan orangtuanya. Dia menghadapi tantangan hidup dengan tabah, meski terkadang harus menghapus air mata di kamar kos kecilnya di daerah Nasipanaf, Penfui, Kabupaten Kupang.
Jatuh Bangun dalam Cinta dan Karier
Namun, cobaan hidup Yaya tak berhenti sampai di situ. Setelah kehilangan ibunda, Yaya harus menerima kenyataan pahit lainnya: berpisah dengan kekasih yang sudah dikenalnya selama enam tahun. Hati yang sudah hancur semakin terpuruk, dan akibatnya, Yaya gagal dalam ujian profesi keperawatan (Ners) pada tahun 2022.
"Saya benar-benar melewati fase yang sangat sulit. Berpisah dengan kekasih tanpa alasan yang jelas dan gagal dalam ujian kompetensi Ners benar-benar menghancurkan saya," cerita Yaya, dilansir Pikiran Rakyat.
Bangkit dari Keterpurukan
Namun, Yaya tidak membiarkan kesedihan menguasai hidupnya terlalu lama. Dia mulai mencari cara untuk bangkit, mengalihkan perhatian dari masa kelam dengan bekerja sambil belajar. Di sebuah restoran di Kota Kupang, ide cemerlang muncul. Yaya, yang memang gemar memasak dan sangat mencintai sambal, mulai merintis usaha sambal khas NTT.
"Restoran itu menjadi tempat pertama saya untuk mulai hidup baru. Saya suka memasak, terutama sambal goreng, dan dari situ lah ide untuk menciptakan sambal khas NTT," ungkap Yaya.
Berkat kerja keras dan ketekunannya, produk sambalnya mendapat perhatian di berbagai pameran UMKM yang diadakan di Kupang dan Kabupaten TTS. Tidak hanya itu, produk sambal Yaya berhasil ikut mendukung program pemerintah dalam menekan angka inflasi.
Dukungan dari Pemerintah dan Kepercayaan Masyarakat
Tak disangka, usaha Yaya semakin berkembang. Di tengah kesibukan mengelola usaha, Yaya diundang untuk menjadi pemateri dalam berbagai acara, termasuk Rapat Teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan yang besar. Salah satunya adalah bantuan dari Ibu Penjabat Desa Sais Ana, Fince M. Ndolu, yang mempromosikan produk sambal Yaya hingga akhirnya diborong oleh Penjabat Bupati TTS, Drs. Seperius Edison Sipa, M.Si. pada acara peresmian pemekaran Desa Sais Ana.
"Berkat Ibu Penjabat Desa Sais Ana yang mempromosikan produk saya, akhirnya sambal saya diborong oleh Pj. Bupati TTS. Itu merupakan momen yang sangat membahagiakan," ujar Yaya dengan penuh rasa syukur.
Menembus Pasar Nasional dan Internasional
Dengan tekad yang kuat, Yaya melangkah lebih jauh. Pada Januari 2023, ia memulai produksi sambalnya yang diberi nama "Asett Sambal". Usaha yang dimulai dengan modal hanya Rp150.000 ini kini telah berkembang pesat, dengan produk yang tidak hanya dijual di berbagai provinsi di Indonesia, tetapi juga sudah merambah pasar internasional, bahkan mendapat label halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Pesanan sambalnya kini datang dari berbagai tempat, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Jakarta, Bali, Surabaya, Makassar, hingga Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).
Pesan untuk Kaum Perempuan dan Anak Muda
Namun, perjalanan Yaya tidak selalu mulus. Sebelum berhasil seperti sekarang, dia pernah diremehkan oleh orang-orang terdekat, termasuk oleh mantan pacarnya. Namun, justru dari rasa sakit itu Yaya menemukan motivasi untuk keluar dari zona nyaman dan membuktikan bahwa perempuan juga bisa sukses.
Yaya kini telah lulus ujian profesi keperawatan (Ners) pada pertengahan 2023 dan menjadi tenaga kesehatan di Desa Oe'ekam. Meskipun demikian, ia tetap mengelola usaha sambalnya yang telah banyak mengajarkannya tentang ketekunan dan perjuangan.
"Kita harus menunjukkan bahwa perempuan bisa mandiri, sama seperti pria. Jangan pernah dipandang remeh. Dengan kesuksesan ini, saya berharap bisa memberi inspirasi kepada anak muda, terutama kaum perempuan di NTT," pesan Yaya dengan penuh semangat.
Yaya juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak takut mencoba berwirausaha. "Jangan takut gagal! Uang yang ada bisa digunakan untuk membuka usaha. Sakit, luka, dan duka adalah bagian dari proses menuju kesuksesan," tambahnya.
Yaya Nabuasa adalah contoh nyata bahwa dengan tekad, kerja keras, dan keberanian untuk bangkit dari kegagalan, siapa pun bisa meraih impian, meskipun berasal dari latar belakang yang sederhana. Kisahnya mengingatkan kita bahwa tak ada yang tidak mungkin, dan setiap tantangan adalah pintu menuju kesuksesan yang lebih besar. ***
--- Sandy Javia
Komentar