Breaking News

INTERNASIONAL Korban Tewas Akibat Topan Yagi Lampaui 290 Orang, Vietnam Hadapi Badai lainnya 17 Sep 2024 19:53

Article image
Pemandangan jalan yang terendam banjir akibat dampak Topan Yagi, di Hanoi, Vietnam, 11 September 2024. (Foto: REUTERS)
Topan tersebut serta banjir dan tanah longsor yang diakibatkannya telah menewaskan 291 orang secara keseluruhan, dengan 38 lainnya hilang dan hampir 2.000 orang terluka.

HANOI, IndonesiaSatu.co -- Vietnam bersiap menghadapi lebih banyak banjir karena depresi tropis yang diperkirakan akan semakin parah menjadi badai saat menuju pantai tengahnya, beberapa hari setelah topan Yagi memicu banjir dan tanah longsor yang menewaskan lebih dari 290 orang di utara.

Dengan garis pantai yang panjang menghadap Laut Cina Selatan, negara Asia Tenggara ini rentan terhadap badai tropis yang dapat menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan serius pada produksi industri dan properti.

Depresi diperkirakan akan meningkat menjadi badai dalam 24 jam ke depan, kata pemerintah dalam sebuah pernyataan, sembari mengirimkan peringatan ke provinsi-provinsi pesisir.

Badai tersebut akan memicu hujan lebat di Vietnam tengah, katanya, seraya menambahkan bahwa “depresi berkembang dengan cara yang rumit, dengan kemungkinan perubahan arah, kecepatan dan kekuatan.”

Vietnam masih terhuyung-huyung akibat dampak Topan Yagi, badai terkuat yang melanda Asia tahun ini, yang melanda pantai timur laut negara itu 10 hari lalu.

Dilansir REUTERS (17/9/2024), topan tersebut serta banjir dan tanah longsor yang diakibatkannya telah menewaskan 291 orang secara keseluruhan, dengan 38 lainnya hilang dan hampir 2.000 orang terluka, kata badan penanggulangan bencana pada hari Selasa.

Produksi industri di beberapa provinsi di wilayah utara terhenti, 235.000 rumah rusak dan lebih dari 300.000 hektar lahan padi dan tanaman komersial terendam banjir.

Kemungkinan badai baru akan mendekati pusat kota Danang pada Kamis malam atau Jumat pagi, menurut badan cuaca.

Pihak berwenang di Danang dan provinsi tetangga Quang Nam telah memperingatkan kapal-kapal di laut tentang depresi yang akan datang dan menyiapkan rencana pencarian dan penyelamatan, menurut departemen manajemen bencana mereka.***

--- Simon Leya

Komentar