Breaking News

PENDIDIKAN Kunjungi SMA Negeri 1 Wolowaru, Gubernur NTT Dorong Pendidikan Berlandaskan Akademik, Karakter dan Kewirausahaan 19 Apr 2026 10:36

Article image
Gubernur Melki meninjau langsung produk hasil karya siswa, berdialog, serta membeli beberapa produk yang ditampilkan. (Foto: Che/Indonesia Satu).
"Saya mengajak kita semua untuk mengerahkan seluruh energi positif kita membangun lembaga pendidikan ini, membangun daerah dan negara kita. Ayo bangun Wolowaru, Ayo bangun Ende, Ayo bangun NTT," ajak Gubernur Melki.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena bersama rombongan mengunjungi sekolah SMA Negeri 1 Wolowaru, Kabupaten ENDE, Sabtu (18/4/2026) sore WITA dalam rangkaian agenda kunjungan kerja (kerja) ke sejumlah daerah di pulau Flores.

Usai disambut dengan sapaan penyambutan (bhea), Gubernur bersama rombongan langsung meninjau aneka hasil karya para siswa: seperti beras, perabot rumah tangga, dompet dan tas dari kain tenun daerah, tenda jadi, lampu sorot, juga furniture lain.

Gubernur Melki tampak memberi beberapa hasil karya sambil memotivasi para siswa untuk terus semangat belajar dan mengembangkan diri.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menekankan tiga hal penting sebagai arah pendidikan ke depan.

Pertama, aspek Akademik.

Menurut Gubernur, kemampuan akademik sangat penting karena menyangkut kemampuan intelektual para siswa.

"Para siswa tentu harus pintar secara akademik dan intelektual sehingga bisa berprestasi dan lulus dengan nilai yang memuaskan," kata Gubernur.

Kedua, Karakter.

Menurut Gubernur, pintar secara akademik tidak cukup. Sehingga aspek akademik harus didukung dengan karakter yang baik.

"Pintar saja tidak cukup. Pendidikan karakter sangat penting karena menyangkut nilai; kejujuran, tanggung jawab, solider, disiplin, kerja keras, ketulusan. Pramuka adalah salah satu media terbaik untuk menjaga karakter anak," terang Gubernur.

Ketiga, Kewirausahaan.

Menurut Gubernur, penguatan kewirausahaan sangat penting agar siswa memiliki arah yang jelas setelah lulus.

"Kita terus mendorong pendidikan yang mengarah pada tiga hal ini: akademik, karakter, dan kewirausahaan. Ketiganya harus jalan bersama. Kewirausahaan harus diperkenalkan agar anak-anak tidak kehilangan konteks kehidupan sehari-hari, termasuk potensi pertanian, perkebunan, peternakan, yang ada di Wolowaru ini,” kata Gubernur memotivasi.

Gubernur Melki menyinggung masih banyak lulusan yang tidak memiliki keterkaitan antara ilmu yang dipelajari dengan potensi daerahnya. Akibatnya, para lulusan sering kebingungan menentukan pekerjaan ketika kembali ke daerah.

“Jika anak-anak tidak dibekali dengan pengetahuan tentang potensi daerahnya, nanti setelah lulus kuliah dan pulang daerah, dia bingung mau kerja apa. Ini harus selesai di jenjang SMA, SMK, bahkan SLB, agar anak-anak sudah tahu ke mana arah pekerjaan dan karier mereka nanti,” katanya.

Gubernur Melki meminta agar penguatan muatan lokal berbasis potensi daerah menjadi perhatian serius di sekolah.

Hal itu disinggung Gubernur dalam mendukung program Pemprov NTT yakni One School One Product (OSOP).

Ia menyebut OSOP sebagai bagian dari tiga pilar utama penyokong NTT Mart, bersama desa dan komunitas, untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis produksi lokal.

“Dari hasil karya ini, kita punya kemampuan untuk produksi sendiri. Kalau tidak, uang kita terus keluar. Sekolah punya peran melatih anak-anak menghasilkan produk dan uang,” katanya.

Usai memberi arahan, Gubernur pun memberi kesempatan dialog dan penyampaian aspirasi dari pihak sekolah.

Selain Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan NTT, Ambrosius Kodo, juga menanggapi aspirasi dan usulan, baik terkait urusan PPPK, Beasiswa Prestasi, hingga keluhan fasilitas sekolah yang disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wolowaru, Alex Mbete.

Adapun keluhan akan kebutuhan fasilitas sekolah (ruangan lap, toilet sekolah, kondisi atap bangunan, ruang UKS, hingga beberapa ruang belajar siswa yang sudah lapuk dan rusak, setelah 37 tahun sekolah itu berdiri.

Gubernur Melki langsung menanggapi keluhan itu dengan meminta pihak sekolah untuk segera membuat pengajuan agar Pemprov NTT bisa men-disposisikan kebutuhan itu baik melalui anggaran daerah maupun lewat pengajuan oleh Pemprov NTT sehingga mendapat signal bantuan dari pusat melalui APBN.

Tak lupa pada akhir kegiatan, Gubernur Melki mengajak segenap pemangku kepentingan sektor Pendidikan di Kecamatan Wolowaru untuk bersama-sama mendoakan keselamatan arwah Camat Wolowaru, (alm) Kristianus M. Reda yang meninggal di Kupang.

"Saya mengajak kita semua untuk mengerahkan seluruh energi positif kita membangun lembaga pendidikan ini, membangun daerah dan negara kita. Ayo bangun Wolowaru, Ayo bangun Ende, Ayo bangun NTT," ajak Gubernur Melki yang diikuti oleh segenap peserta.

Disaksikan media ini, hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Wolowaru bersama jajaran, Danramil 1602/02 Wolowaru, para tokoh Pendidikan, Ketua Komite, para guru dan tenaga Pendidikan, serta segenap peserta didik.

--- Guche Montero

Komentar