Breaking News

TEKNOLOGI Lulusan Pascasarjana Harus Tingkatkan Kompetensi Digital 26 Jan 2025 22:02

Article image
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (Foto: Ist)
Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) menjadi faktor utama yang menciptakan kebutuhan akan tenaga kerja dengan kompetensi digital yang tinggi.

SLEMAN, IndonesiaSatu.co -- Lulusan pascasarjana harus meningkatkan kompetensi digital mereka, mengingat proyeksi adanya 170 juta pekerjaan baru secara global yang memerlukan keterampilan khusus di bidang teknologi. Karena berdasarkan prediksi, 92 juta pekerjaan akan hilang akibat tergerus oleh teknologi baru dalam periode 2025-2030.

Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria dalam acara Wisuda Program Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2024/2025 Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diselenggarakan di Grha Sabha Pramana, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (23/1/2025).

Menurut Nezar menjelaskan, perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) menjadi faktor utama yang menciptakan kebutuhan akan tenaga kerja dengan kompetensi digital yang tinggi. Teknologi yang terus berkembang ini membawa dampak signifikan pada dunia kerja, menciptakan peluang besar, namun juga memunculkan tantangan besar terkait dengan penyesuaian keterampilan.

“Akan ada 170 juta pekerjaan baru secara global yang tentu memerlukan adanya penyesuaian dan peningkatan kompetensi yang signifikan,” ujar Nezar.

Nezar menekankan bahwa lulusan pascasarjana memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi digital di Indonesia, serta diharapkan mampu mengoptimalkan perubahan teknologi untuk menciptakan peluang baru di dunia kerja.

Nezar mengajak para lulusan pascasarjana UGM untuk berperan aktif dalam melakukan berbagai inovasi guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Ia menekankan pentingnya lulusan untuk berada di garis terdepan dalam mendorong transformasi dan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin terhubung dengan teknologi digital.

“Sebagai lulusan pascasarjana, Anda berada di garis terdepan untuk memimpin inisiatif ini, baik dalam mendorong inovasi di tempat kerja, mendidik generasi berikutnya, atau menciptakan peluang baru melalui riset dan pengembangan,” ungkapnya.

Nezar juga menegaskan bahwa keahlian masa depan tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, seperti penguasaan teknologi AI atau big data, tetapi juga membutuhkan keterampilan humanis. Keterampilan seperti kreativitas, kepemimpinan, fleksibilitas, dan ketahanan akan menjadi kunci dalam menghadapi perubahan cepat yang dibawa oleh perkembangan teknologi.

“Keahlian ini harus diiringi dengan keterampilan yang lebih humanis, agar para lulusan bisa mengembangkan inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman, tanpa melupakan nilai-nilai kemanusiaan,” jelas Nezar.

Dalam kesempatan tersebut, Nezar juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai tradisional dan teknologi modern. Lulusan pascasarjana diharapkan dapat memimpin inovasi sekaligus menjaga harmoni dengan alam dan masyarakat. Dengan demikian, mereka dapat menciptakan solusi digital yang tidak hanya relevan tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa dan dunia.

Nezar menutup pidatonya dengan mengajak seluruh lulusan untuk terus memperkuat persiapan diri menghadapi masa depan.

“Setiap tantangan adalah peluang dan setiap peluang membutuhkan persiapan. Mari kita bersama-sama membangun bangsa dan bahkan berkontribusi untuk kemajuan dunia,” pungkasnya.

---R.Kono

Komentar