Breaking News

EKONOMI Mandiri Institute: 86 Juta Warga Masuk Zona Transisi, Kerentanan Kelas Menengah Meningkat 09 Apr 2026 14:01

Article image
Kajian Mandiri Institute mengungkapkan bahwa kualitas pekerjaan menjadi jurang pemisah utama antara kelas menengah transisi dengan kelompok di atasnya.

 

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Resiliensi ekonomi Indonesia yang selama ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 54% terhadap PDB kini menghadapi tantangan struktural pada basis massanya. Mandiri Institute mencatat sebanyak 86 juta orang atau satu dari tiga penduduk Indonesia kini berada di kelompok Kelas Menengah Transisi (Transitional Middle Class).

Kelompok ini, yang mencakup Upper Aspiring Middle Class (AMC) dan Lower Middle Class (MC), dinilai memiliki mobilitas ekonomi yang dinamis namun sangat rentan terhadap guncangan. Data periode 2019 hingga 2025 bahkan menunjukkan tren mengkhawatirkan, di mana kelompok Lower MC menyusut hingga lebih dari 11 juta orang.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menekankan pentingnya memastikan kelompok transisi ini memiliki daya dorong untuk naik ke level mapan. "Tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat di zona transisi memiliki daya dorong yang cukup untuk terus naik ke level ekonomi yang lebih mapan secara berkelanjutan," ujar Andry dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).

Disparitas Kualitas Pekerjaan

Kajian Mandiri Institute mengungkapkan bahwa kualitas pekerjaan menjadi jurang pemisah utama antara kelas menengah transisi dengan kelompok di atasnya. Meskipun 50% kelompok transisi sudah terserap di sektor formal, angka ini masih terpaut 28 poin persentase di bawah kelompok menengah mapan.

Disparitas ini berdampak pada rendahnya akumulasi aset dan terbatasnya ruang konsumsi sekunder. Struktur pengeluaran kelompok transisi masih didominasi kebutuhan primer:

  • Mobilitas: 20%

  • Perumahan: 13%

  • Tagihan Rutin: 10%

  • Kesehatan & Pendidikan: 15%

  • Lifestyle & Barang Tahan Lama: Hanya 18%

Keterbatasan ruang finansial ini membuat kelompok transisi minim memiliki aset cadangan (buffer asset). Tercatat hanya 21% rumah tangga Upper AMC yang memiliki aset likuid seperti emas, berbanding jauh dengan kelompok Upper MC yang mencapai 69%. Tanpa aset cadangan, kelompok ini sangat rentan terhadap inflasi dan risiko kehilangan pendapatan.

Potensi Naik Kelas

Meski demikian, Mandiri Institute mengestimasi terdapat lebih dari 2 juta penduduk dari kelompok transisi yang sebenarnya sudah siap naik kelas menjadi kelas menengah mapan. Hal ini dapat terealisasi jika didukung oleh perluasan lapangan kerja berkualitas (good jobs) dan peningkatan produktivitas pekerja.

Andry menyarankan perlunya stimulus fiskal untuk mendorong ekspansi sektor riil serta perbaikan daya saing investasi. Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri berkomitmen mendukung penguatan kelas menengah melalui akses pembiayaan inklusif dan literasi keuangan guna mendorong akumulasi aset yang lebih produktif di sisa tahun 2026 ini. ***

--- Sandy Javia

Komentar