EKONOMI Likuiditas Rumah Tangga: Rasio Konsumsi Meningkat, Tabungan Masyarakat Melandai ke 17,6 Persen 13 Apr 2026 10:12
Berdasarkan Survei Konsumen BI yang dirilis Jumat (10/4/2026), rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) naik menjadi 72,2%. Angka ini meningkat dibandingkan posisi Februari 2026 yang sebesar 71,6%.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya pergeseran alokasi pendapatan masyarakat pada Maret 2026. Konsumen terpantau lebih agresif membelanjakan pendapatannya (konsumsi), sementara alokasi untuk tabungan dan pembayaran cicilan utang cenderung mengalami penurunan.
Berdasarkan Survei Konsumen BI yang dirilis Jumat (10/4/2026), rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) naik menjadi 72,2%. Angka ini meningkat dibandingkan posisi Februari 2026 yang sebesar 71,6%.
"Kenaikan rasio konsumsi terhadap pendapatan terjadi pada sebagian besar kelompok pengeluaran," tulis laporan BI tersebut. Peningkatan ini ditengarai sejalan dengan momentum musiman libur hari besar keagamaan, yakni Nyepi serta rangkaian Ramadan dan Idul Fitri yang jatuh pada bulan Maret.
Porsi Tabungan Melandai
Seiring dengan meningkatnya nafsu belanja, porsi pendapatan yang dialokasikan untuk disimpan (saving to income ratio) tercatat menurun tipis. Pada Maret 2026, rasio tabungan berada di level 17,6%, turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 17,7%.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan performa Februari 2026. Saat itu, porsi tabungan sempat melonjak signifikan menjadi 17,7% dari posisi Januari yang hanya 16,5%, dipicu oleh sikap menahan diri masyarakat pasca-libur awal tahun.
Rasio Cicilan Utang Menurun
Di sisi lain, masyarakat terpantau mulai mengerem laju pembayaran utang. Rasio cicilan terhadap pendapatan (debt installment to income ratio) tercatat sebesar 10,2% pada Maret, lebih rendah dibandingkan Februari sebesar 10,6%.
Penurunan porsi pembayaran cicilan ini terjadi merata di seluruh kelompok pengeluaran, mengindikasikan prioritas masyarakat yang bergeser ke arah pemenuhan kebutuhan logistik dan persiapan hari raya.
| Komponen Alokasi Pendapatan | Februari 2026 | Maret 2026 | Tren |
| Konsumsi (Propensity to Consume) | 71,6% | 72,2% | Naik |
| Tabungan (Saving to Income) | 17,7% | 17,6% | Turun |
| Cicilan Utang (Debt to Income) | 10,6% | 10,2% | Turun |
Implikasi Ekonomi
Kenaikan rasio konsumsi pada Maret 2026 diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I/2026. Namun, penurunan rasio tabungan yang berkelanjutan perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi ketersediaan likuiditas di sektor perbankan. Para analis memprediksi pola ini akan kembali normal pada akhir kuartal II/2026 seiring berakhirnya siklus konsumsi tinggi hari raya. ***
--- Sandy Javia
Komentar