KESEHATAN Mengenal Penyakit Prostat, Gejala, dan Penyebabnya 29 Sep 2024 15:52
Penyakit prostat adalah masalah kesehatan yang berkaitan dengan fungsi kelenjar prostat pada organ reproduksi pria.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Penyakit prostat adalah kondisi medis yang mengganggu fungsi kelenjar prostat. Kelenjar prostat merupakan salah satu bagian dari organ reproduksi pria yang terletak di bawah kandung kemih dan berperan dalam produksi cairan pelindung sperma.
Bila kelenjar prostat mengalami gangguan, kondisi tersebut kerap menyebabkan penderitanya kesulitan buang air kecil hingga disfungsi ereksi.
Berikut ini jenis, penyebab, dan gejala prostat selengkapnya seperti dilansir Siloam Hospitals (29/8/2024):
Apa itu Prostat?
Penyakit prostat adalah masalah kesehatan yang berkaitan dengan fungsi kelenjar prostat pada organ reproduksi pria.
Kelenjar prostat merupakan kelenjar yang memiliki ukuran sebesar kacang kenari dan berperan dalam memproduksi cairan pelindung sperma.
Pertambahan usia dapat menyebabkan ukuran prostat membesar secara normal. Namun, bila ukurannya terlalu besar atau mengalami gangguan, maka hal ini dapat menjadi penyebab prostat. Karena itulah, penyakit prostat kerap dialami oleh pria berusia di atas 50 tahun.
Jenis-Jenis Penyakit Prostat dan Penyebabnya
Terdapat tiga jenis penyakit prostat yang paling umum dialami oleh pria, di antaranya prostatitis, benign prostatic hyperplasia (BPH), dan kanker prostat. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Prostatitis
Prostatitis adalah peradangan yang menyebabkan kelenjar prostat membengkak. Selain itu, penderita prostatitis juga kerap mengeluhkan beberapa gejala, seperti nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil saat malam hari, urine berdarah, aliran urine melemah, hingga disfungsi seksual. Berdasarkan penyebabnya, prostatitis terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:
Prostatitis bakteri akut, yaitu jenis prostatitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, di antaranya Escherichia coli, Neisseria gonorrhoeae (penyebab penyakit gonore), dan Chlamydia trachomatis (penyebab klamidia).
Prostatitis bakteri kronis. Penyebab prostatitis bakteri kronis adalah infeksi bakteri yang sama dengan prostatitis bakteri akut. Namun, perkembangan prostatitis bakteri kronis memerlukan waktu beberapa bulan dan cenderung lebih lambat.
Chronic prostatitis atau chronic pelvic pain syndrome (CP/CPPS). Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, terdapat beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko CP/CPPS, di antaranya stres, irritable bowel syndrome, hingga cedera fisik pada kelenjar prostat.
Asymptomatic inflammatory prostatitis, yaitu prostatitis yang ditandai dengan meradangnya kelenjar prostat namun tidak menimbulkan gejala.
2. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)
Benign prostatic hyperplasia atau BPH adalah jenis gangguan prostat yang terjadi ketika kelenjar prostat membengkak atau membesar dan dapat menyebabkan saluran kemih menyempit. Belum diketahui secara pasti apa penyebab penyakit prostat satu ini. Namun, terdapat dugaan bahwa BPH dipicu oleh perubahan kadar hormon seksual karena pertambahan usia.
3. Kanker prostat
Kanker prostat merupakan kondisi medis berupa tumbuhnya sel abnormal pada kelenjar prostat. Penyebab dari kanker prostat sendiri masih belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat di antaranya gaya hidup tidak sehat, memiliki keluarga dengan riwayat kanker prostat, faktor usia, obesitas, dan pernah melakukan prosedur operasi vasektomi.
Gejala penyakit prostat
Gejala prostat dapat bervariasi tergantung pada jenisnya. Penyakit prostat sendiri memiliki karakteristik yang beragam, dan berbagai gejala dapat diidentifikasi oleh penderitanya. Namun, sejumlah gejala prostat yang kerap dikeluhkan adalah sebagai berikut:
Tidak bisa buang air kecil.
Nyeri saat buang air kecil.
Nyeri saat ejakulasi.
Demam dan menggigil jika penyakit prostat disebabkan oleh infeksi bakteri.
Aliran urine melemah.
Urine berdarah (hematuria).
Disfungsi ereksi (impotensi).
Faktor risiko penyakit prostat
Penyakit prostat pada dasarnya dapat terjadi pada pria mana saja. Akan tetapi, terdapat sejumlah faktor yang memiliki potensi untuk meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit prostat adalah sebagai berikut:
Pria berusia 50 tahun ke atas.
Berat badan berlebih atau obesitas.
Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit prostat.
Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti beta-blockers.
Gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok.
Mengidap penyakit menular seksual, seperti HPV, gonore, sifilis, dan lain-lain. ***
--- Simon Leya
Komentar