Breaking News

EKONOMI Minyak Dunia Tembus US$92, Menkeu Purbaya Mulai Diet Anggaran Operasional Program MBG 10 Mar 2026 17:25

Article image

JAKARTA, IndonesiaSatu.co — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mulai mengambil langkah preventif untuk mengamankan postur APBN 2026 dari tekanan harga minyak mentah global. Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah efisiensi pada pos belanja pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki pagu anggaran total Rp335 triliun.

Langkah antisipatif ini diambil setelah simulasi fiskal menunjukkan kenaikan harga minyak dunia ke level US$92 per barel dapat membebani defisit anggaran. Menkeu menegaskan, efisiensi hanya akan dilakukan pada biaya operasional dan perlengkapan tambahan, bukan pada kualitas atau porsi makanan bagi penerima manfaat.

“Yang untuk makanan tidak kita ganggu, karena itu memang inti programnya. Kita evaluasi pengeluaran pendukung seperti perlengkapan atau fasilitas tambahan yang tidak berhubungan langsung,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (9/3/2026).

Merespons sinyal efisiensi dari Kemenkeu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan kesiapannya untuk menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto. BGN sendiri diproyeksikan bakal mengelola anggaran sebesar Rp335 triliun, yang terdiri dari pagu reguler Rp268 triliun dan dana cadangan Rp67 triliun.

“Tahun depan, BGN akan menggelontorkan uang sekitar Rp1,2 triliun per hari untuk menjangkau seluruh penerima manfaat di seluruh Indonesia,” kata Dadan. Dana tersebut nantinya akan disalurkan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah guna memastikan asupan gizi anak-anak tetap terjaga tanpa terpengaruh efisiensi administratif.

Optimalisasi anggaran MBG ini dinilai krusial untuk menjaga kredibilitas fiskal Indonesia di mata investor internasional, mengingat pengeluaran yang besar untuk program sosial harus diimbangi dengan pengelolaan belanja yang disiplin dan tepat sasaran. ***

--- Sandy Javia

Komentar