Breaking News

AGAMA Misa Peresmian Lingkungan, Pastor Yos Bintoro, Pr: Pemimpin Tugasnya Mengubah 08 Aug 2023 20:58

Article image
Romo Yos Bintoro Pr saat saat memimpin Misa Peresmian Lingkungan Santo Andreas Rasul, Paroki Halim Perdanakusuma, Dekanat Jakarta Timur, Keuskupan Agung Jakarta, Senin (7/8). (Foto: Ist)
Setiap orang yang dipercaya umat, harus siap menjadi pemimpin heroik ditopang kepemimpinan yang heroik pula, heroic leadership. Begitu pula seorang pemimpin itu tugasnya mengubah.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Pastor Paroki Santo Agustinus Halim Perdanakusuma RD Kol (Sus) TNI-AU Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, Pr, S. Fil, M.Sc, Pr mengatakan, menjadi pemimpin dibutuhkan atau dituntut untuk siap menjadikan organisasi atau komunitas yang mengubah, leadership for a change.

“Menjadi pemimpin juga dibutuhkan heroism, semangat pengorbanan seperti Yesus. Jadi, saat menghadapi ribuan orang bermodal dua ekor ikan dan lima potong roti seperti Yesus, seorang pemimpin harus siap ‘memberi makan’ banyak orang yang dipimpin lewat kepemimpinan melayani yang diemban,” ujar Romo Yos Bintoro Pr saat memberikan pengarahan usai Misa Peresmian Lingkungan Santo Andreas Rasul, Paroki Halim Perdanakusuma, Dekanat Jakarta Timur, Keuskupan Agung Jakarta, Senin (7/8).

Menurut Romo Yos yang saat ini menjabat juga Wakil Uskup di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia (TNI-Polri) atau Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI), memberi makan tidak dalam arti leksikal tetapi dalam mutu pelayanan dan pengorbanan kepada umat di bidang rohani maupun jasmani di lingkungan tempat ia mengemban tugas.

“Setiap orang yang dipercaya umat, harus siap menjadi pemimpin heroik ditopang kepemimpinan yang heroik pula, heroic leadership. Begitu pula seorang pemimpin itu tugasnya mengubah. Kalau tidak mengubah, dia bukan pemimpin. Yesus adalah pemimpin karena Yesus mengubah. Para murid Yesus juga menjadi pemimpin karena mereka mengubah,” katanya.

 

Pemimpin juga dituntut sikap dan sifat siap mengalah dalam kondisi apapun meskipun memiliki agenda pribadi maupun kantor yang menumpuk. Hal itu semata demi lingkungan atau organisasi tempat ia diberi kepercayaan umat sebagai pemimpin.

Seorang pemimpin juga harus rela memberi, mempersembahkan yang terbaik dari mutu kepemimpinan dan pelayanan yang dimiliki demi orang banyak.

“Satu hal paling penting seorang pemimpin adalah menjadi pelayan yang memuliakan orang lain, kepemimpinan yang melayani, servant leadership. Jadi pemimpin itu memberikan contoh, teladan, dan pelayanan sebagai hal utama. Pemimpin memandang orang lain lebih utama daripada diri sendiri. Kepemimpinan model ini sudah terbukti dari lingkungan induk, Santo Alexander Agung, sebelum dimekarkan jadi lingkungan Santo Andreas Rasul,” katanya.

Pastor Yos meminta agar contoh, teladan, dan semangat pelayanan yang merupakan tradisi Gereja Katolik kiranya terus diwariskan turun temurun. Jadi, kiat mengubah kepemimpinan menjadi heroik seperti para saksi iman, para santo dan santa serta para rasul perlu dan selalu dimiliki pemimpin guna menghadirkan semangat pelayanan di tengah masyarakat yang semakin nyata dalam mengemban tugas memuliakan orang lain.

“Jadi, kalau ditanya apa resep atau kiatnya. Katakan saja kiatnya adalah kepemimpinan yang heroik, memberi contoh dan teladan sebagai keutamaan sebuah organisasi. Itu saja. Pasti berkat terus mengalir, akan terjadi banyak mukjizat,” ujarnya.

 

Pembekalan pada Bulan September

Romo Yos menginformasikan bahwa pada pekan pertama bulan September mendatang akan dilaksanakan pembekalan, dan rekoleksi bagi pengurus baru dan pengurus lama yang masih aktif yang akan diselenggarakan Dewan Paroki Pleno Halim Perdanakusuma.

Usai rekoleksi, para pengurus mempersiapkan diri mengikuti prosesi pelantikan. Prosesi pelantikan dipimpin langsung Uskup Keuskupan Agung Jakarta pada pekan ketiga September.

Romo Yos mengatakan, ada kepercayaan baru dari panitia pelantikan paroki yaitu Bapak Marianus, Ketua Lingkungan yang terbentuk, sebagai wakil ketua panitia dua. Ketua dan wakil ketua satu kepanitiaam tersebut merupakan prajurit penerbang aktif di lingkup TNI-AU.

“Kita berikan dukungan kepada ketua lingkungan agar memberikan pelayanan terbaik agar lingkungan semakin hidup. Ini yang diamanatkan Bapak Uskup Agung Jakarta. Kita tampilkan anak-anak kita seperti saat mereka tampil peresmian lingkungan baru ini. Kalau anak-anak tampil dalam setiap kegiatan lingkungan, malah tambah keren. Jangan lupa tampilkan juga UMKM kita melalui bazar, juga OMK kita ambil bagian,” katanya.

Ketua Lingkungan Santo Andreas Rasul Paroki Halim Perdanakusuma Marianus Pare Keytimu atas nama pengurus dan umat lingkungan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Romo Yos Bintoro karena berkenan meresmikan lingkungan yang baru terbentuk.

Menurutnya, kehadiran Romo Yos diharapkan menjadi doa sekaligus harapan agar pengurus semangat menunaikan mandat yang dipercayakan.

Marianus Keytimu juga menyampaikan terima kasih kepada ketua lingkungan induk, Santo Alexander Agung, karena atas bimbingannya lingkungan tersebut dimekarkan lagi menjadi sebuah lingkungan mandiri. Kehadiran Lingkungan Andreas Rasul menjadi sebuah kekuatan dan semangat baru melayani Tuhan dan sesama.

“Dukungan dan semangat para pengurus Lingkungan Santo Alexander Agung para pengurus dan umat akan bekerja keras memajukan lingkungan sehingga menjadi bagian kecil dari gereja guna mengemban tugas yang telah dipercayakan demi memuliakan nama Tuhan. Ibarat bayi, kami masih butuh bimbingan dan motivasi dari Romo Yos agar agenda paroki dapat terlaksana dengan sukses dan lancar,” ujar Marianus Keytimu.

Sedangkan Ketua Lingkungan Santo Alexander Agung Benny Lejap menyampaikan terima kasih atas Misa Peresmian Lingkungan Santo Andreas Rasul tersebut.

“Saya yakin mutu dan kualitas pelayanan pengurus kepada umat tak diragukan lagi. Saya percaya, melalui jamaan tangan Tuhan lingkungan baru akan semakin besar untuk memuliakan nama-Nya. Saya juga mengajak kita semua memanjatkan syukur kepada Tuhan karena peresmian lingkungan baru ini semata rencana-Nya yang paling indah untuk kita semua,” ujar Benny, pria asal Pulau Lembata, NTT.

Acara berlangsung meriah dengan iringan koor lingkungan dan OMK serta penampilan anak-anak kecil yang membawakan lagu-lagu yang menghibur. Romo Yos, pastor tantara yang energik, juga tampil menghibur umat dengan alunan suaranya merdu. Acara juga dilanjutkan dengan berjoget bersama di bawah iringan organis Richardus Hayon. Acara ditutup dengan santap malam bersama dalam suasana kekeluargaan. ***

--- F. Hardiman

Komentar