Breaking News

TRANSPORTASI Minimnya Armada Laut di Lembata-NTT, Senator Angelo Wake Kako Minta Kapal Ro-Ro Tingkatkan Frekuensi Pelayaran 12 May 2026 11:18

Article image
Suasana di pelabuhan Lewoleba saat membantu pasien rujukan dengan menggunakan kapal motor seadanya. (Foto: Dok. Ist)
Senator Angelo mendorong agar PT Pelni dapat mengoptimalkan frekuensi pelayaran dengan membuka Rute: Surabaya-Lembar-Waingapu-Ende-Lembata.

LEWOLEBA, IndonesiaSatu.co-- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Angelo Wake Kako (AWK) meminta agar frekuensi pelayaran kapal Ro-Ro ditingkatkan guna menjawabi kebutuhan transportasi laut bagi masyarakat di Kabupaten Lembata pada khususnya dan di NTT pada umumnya.

Permintaan tersebut disampaikan Senator Angelo saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Lembata dan menyaksikan langsung aktivitas di pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, Senin (11/5/2026).

Menurut Senator Angelo, minimnya armada laut di daerah kepulauan tersebut merupakan isu krusial, mengingat karakteristik wilayah Lembata yang sangat bergantung pada transportasi laut untuk konektivitas penumpang maupun logistik.

"Saya menyaksikan langsung bagaimana tingginya aktivitas masyarakat di pelabuhan dengan frekuensi pelayaran armada laut yang masih sangat minim. Olehnya, frekuensi pelayaran kapal Ro-Ro, kapal penumpang dan kapal barang lainnya, harus ditingkatkan di Lembata," ungkap Senator AWK kepada media ini, Selasa (12/5/2026).

Menurut Senator AWK, dengan meningkatnya armada laut di Lembata, NTT, maka hal itu akan meningkatkan konektivitas dan membuka akses transportasi antar-wilayah, baik di NTT maupun ke luar NTT.

Wakil Ketua I Komite 2 DPD RI itu mendorong agar baik kapal barang maupun kapal penumpang, dapat mengoptimalkan frekuensi pelayaran dengan Rute: Surabaya-Lembar-Waingapu-Ende-Lembata.

Menurutnya, hal itu dapat mendukung arus logistik dan dapat menekan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Senator Angelo mengaku tersentuh saat menyaksikan perjuangan dari keluarga salah seorang pasien rujukan, yang dengan susah payah harusbmelewati pintu kapal motor yang sangat sempit.

"Ketika satu-satunya akses transportasi masyarakat adalah jalur laut, maka saatnya Lembata perlu didorong menjadi salah satu poros maritim dan poros pertumbuhan ekonomi di NTT," kata AWK. 

"Permintaan ini tentu didorong oleh kebutuhan untuk mendukung distribusi logistik, mendukung pertumbuhan ekonomi, menurunkan disparitas harga, memudahkan logistik kendaraan, serta memfasilitasi mobilitas penduduk antar pulau di NTT maupun ke luar NTT," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar