Breaking News

SASTRA KUKENANG BUNG KARNO (Puisi) 06 Jun 2026 08:46

Article image
Presiden RI pertama, Ir. Soekarno. (Foto: Ist)

Karya: Valens Daki-Soo

 

Hari ini, 

'Haul' Bung Karno, 6 Juni.

 

Ini bukan puisi

Cuma percik refleksi

Mari ingat kita punya mimpi:

Negeri ini tetap utuh dan lestari.

Itu hanya bisa terjadi

Jika kita mampu mengemban amanat Proklamasi

Jika kita bangun dan jaga NKRI.

 

Wahai para politisi,

Berpolitiklah dengan nalar dan nurani.

Jangan bawa isu SARA, golok dan tombak untuk merobek negeri.

Berpolitiklah dengan NILAI,

Bukan hanya ANGKA alias rupiah seperti urusan jual-beli.

Kalau jadi pemimpin, jauhi korupsi.

Tak malukah kita pada bapak-ibu pendiri NKRI yang miskin sampai mati?

 

Wahai para politisi,

Usunglah Bung Karno tak hanya dalam orasi.

Belajarlah dari si Bung dengan bening hati.

Janganlah sekadar jadi imitasi.

Setiap pribadi itu unik-asli.

Jadilah diri sendiri.

Memang bagus kalau kita jago orasi.

Aku pun mampu menderu menggetarkan bukit dan mengguncang sungai.

Tapi cukupkah itu agar jadi pemimpin sejati?

 

Tidak. Setelah orasi mesti ada aksi untuk rakyat dan bangsa ini!

 

Spirit Bung Karno mestilah diadopsi.

Cinta yang berkobar bagi negeri hingga hanguskan diri.

Cinta macam apa ini?

Ya, cinta sejati.

Memimpin dengan HATI.

Melayani untuk memberi.

Hidup adalah berbagi.

 

Kukenang Bung Karno, tak hanya hari ini.

 

Ya. Kenanglah Bung Karno. 

Dia yang berjuang tanpa pernah mengaso.

Hingga wafat di Wisma Yaso.

 

Kayuputih, 6 Juni 2014

(Pada HUT Kelahiran Bung Karno)

Komentar