PENDIDIKAN Motivasi Siswa di Aceh Tamiang, Mendikdasmen: Tetap Semangat di Tengah Keterbatasan 05 Jan 2026 18:17
"Semangat itu mampu melampaui semua keterbatasan. Cita-cita itu mampu melampaui semua kekurangan," kata Menteri Mu'ti memotivasi.
ACEH, IndonesiaSatu.co-- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menjadi pembina upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah di SMAN 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Aceh, Senin (5/1/2026).
Para siswa kembali memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam keadaan terbatas setelah sekolah mereka terdampak banjir bandang sebulan lalu. Menteri Mu'ti meminta para siswa untuk tetap optimistis meski masih di tengah pemulihan bencana.
"Kita tidak boleh kehilangan cita-cita, kita tidak boleh kehilangan optimisme, kita tidak boleh menjadi orang-orang yang putus aja. Karena itu, semua kita harus bangkit, semua kita harus tetap memiliki asa, dan cita-cita yang tinggi bahwa masa depan akan baik lagi," ujar Menteri Mu'ti dalam sambutannya.
Menteri Mu'ti mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, para guru, dan masyarakat, atas kerja sama dan gotong royong dalam memulihkan proses pembelajaran.
Ia juga mendorong para siswa untuk tetap semangat dan rajin belajar meski dalam situasi keterbatasan.
"Kalau meja dan kursi belum bisa digunakan, belajar di lantai pun jadi, karena semangat itu mampu melampaui semua keterbatasan. Cita-cita itu mampu melampaui semua kekurangan," Menteri Mu'ti memotivasi para siswa.
Menteri Mu'ti juga menyampaikan bahwa sekolah-sekolah yang rusak akan diprioritaskan untuk mendapatkan dana revitalisasi tahun anggaran 2026 yang akan datang.
"Mudah-mudahan dengan itu semua kalian akan memiliki ruang belajar yang lebih baik, ruang belajar yang baru, dalam rangka menyongsong masa depan yang lebih baik, dalam rangka menyongsong hari-hari baru untuk kalian semua mencapai cita-cita yang mulia," ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Tamiang mencatat total sekolah di daerah tersebut sebanyak 459 unit.
Mayoritas sekolah yakni 394 unit terdampak akibat banjir bandang dan longsor yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Sementara hanya 65 unit yang tidak terdampak.
Disdikbud merincikan, dari 394 yang terdampak tersebut terdiri dari 47 unit rusak ringan, 269 rusak sedang, dan 78 unit rusak berat.
--- Guche Montero
Komentar