INTERNASIONAL Para Pemimpin Agama Dunia Bersatu, Desak Tindakan Atasi Krisis Iklim 04 Dec 2023 23:25
Dan mari kita dengan sungguh-sungguh meminta para pemimpin negara untuk melestarikan rumah kita bersama," seru Paus Fransiskus.
DUBAI, IndonesiaSatu.co-- Para pemimpin agama dunia, ilmuwan, dan pejabat politik global berkumpul meresmikan Faith Pavilion, pada hari keempat Conferences of the Parties (COP)-28, Minggu (3/12/2023).
Kegiatan ini merupakan kali pertama digelar di COP untuk membahas peran komunitas agama dan lembaga keagamaan dalam mengatasi krisis iklim.
Diselenggarakan di bawah naungan Presiden Uni Arab Emirat (UAE), Syeikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Toleransi dan Hidup Berdampingan UEA, Syeikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan, dan Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin mewakili Paus Fransiskus.
Melansir Kompas.com, Imam Besar Al-Azhar dan Paus Fransiskus berpidato di depan hadirin secara virtual melalui video. Keduanya mendesak pentingnya tindakan segera melawan perubahan iklim.
Faith Pavilion merupakan koalisi mitra agama, didedikasikan untuk keterlibatan komunitas agama dan akan menjadi tuan rumah panel dengan para pemimpin agama, ilmuwan, dan pemimpin politik, serta mendorong dialog antargenerasi yang melibatkan pemuda dan perwakilan masyarakat adat.
Dalam pidato videonya, Paus Fransiskus mengatakan, dunia membutuhkan aliansi yang tidak merugikan seseorang, namun demi kepentingan semua orang.
Paus Fransiskus mengajak semua perwakilan agama, memberikan contoh dan menunjukkan bahwa perubahan adalah mungkin, menunjukkan gaya hidup yang penuh hormat dan berkelanjutan.
"Dan mari kita dengan sungguh-sungguh meminta para pemimpin negara untuk melestarikan rumah kita bersama," seru Paus.
Sementara Imam Besar Al-Azhar mengatakan, inisiatif luar biasa dari beragam tokoh agama untuk menandatangani Pernyataan Antar-agama Abu Dhabi COP28 dan mendirikan Faith Pavilion, merupakan peluang berharga dalam membuat suara para pemimpin agama didengar dalam menghadapi tantangan global.
"Terutama memajukan perlindungan rumah kita bersama dari kehancuran yang tidak dapat diubah, yang semakin besar setiap tahunnya," ujar Imam Besar Al-Azhar.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden COP28 Sultan Al Jaber menyatakan, perubahan iklim tidak terlalu peduli dengan politik, perbatasan, atau perbedaan agama.
Menurutnya, keberhasilan kita bergantung pada kemampuan untuk bersatu sebagai satu komunitas global untuk menyelesaikan masalah ini, dan komunitas agama global memainkan peran penting dalam menanamkan kesadaran akan tanggung jawab sosial bersama semua orang di seluruh dunia terhadap perlindungan lingkungan.
"Komunitas agama telah bersatu dalam momen bersejarah penuh harapan, perdamaian, dan optimisme, bersatu dalam komitmen bersama untuk melindungi planet kita," ucapnya.
Faith Pavilion dibangun berdasarkan keberhasilan pertemuan sebelumnya yang dihadiri lebih dari 200 pemimpin agama, ilmuwan, pemuda, akademisi dan pakar lingkungan hidup di Abu Dhabi pada Global Faith Leaders' Summit pada tanggal 6 dan 7 November.
Selama KTT tersebut, 28 pemimpin agama menandatangani 'Pertemuan Hati Nurani: Bersatu untuk Kebangkitan Planet' yang juga dikenal sebagai 'Pernyataan Antaragama Abu Dhabi untuk COP28', yang menyatakan "keprihatinan bersama" atas meningkatnya dampak iklim, serta komitmen bersama untuk mengatasi krisis tersebut.
Pernyataan tersebut dipajang di Faith Pavilion, yang terletak di Zona Biru pada COP28. Menyadari bahwa lebih dari 84 persen populasi dunia menganut suatu agama, Faith Pavilion berupaya menyatukan perwakilan agama, komunitas, dan lembaga untuk mendukung aksi iklim dan tujuan yang digariskan dalam Perjanjian Paris.
--- Guche Montero
Komentar