Breaking News

SEKS & ROMANTIKA Pasangan Berjodoh Punya Wajah Mirip, Benarkah? 17 Apr 2016 19:02

Article image
Orang yang berjodoh dikabarkan memiliki kemiripan wajah. (Foto: Forever Conscious)
Bukti dari sejumlah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari berbagai belahan dunia menemukan jika sebenarnya manusia tertarik pada pasangan yang merupakan cerminan dari dirinya sendiri.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Konon, kalau pasangan itu punya wajah yang mirip maka itulah yang namanya jodoh. Ah benar nggak sih?

Tergelitik oleh hal tersebut, dilakukanlah sebuah penelitian oleh Robert Zajonc, seorang psikolog dari University of Michigan.

Orang yang berjodoh dikabarkan memiliki kemiripan wajah, entah dari sisi yang mana, saat orang lain melihat mereka akan merasa bahwa pasangan tersebut mirip. Seperti dikutip dari portal dinozze.com, dilakukan penelitian terhadap foto-foto pasangan yang telah berhubungan selama 25 tahun lamanya. Hasilnya, masing-masing pasangan memang menunjukkan kemiripan wajah. Dan tahun demi tahun kemiripan tersebut akan semakin terasa.

Ditemukan juga dalam penelitian tersebut bahwa pasangan yang berbahagia memiliki potensi kemiripan wajah yang jauh lebih besar. Umumnya, wajahnya akan lebih lebar.

Dari pasangan-pasangan yang hidup bersama lebih dari 20 tahun ditemukan bahwa mimik wajah dan ekspresi pasangan tersebut semakin mirip. Hal ini disebabkan interaksi dan komunikasi antara pasangan tersebut membentuk sisi dan guratan-guratan di wajah. Misalnya, saat mereka tertawa akan sesuatu, maka akan terbentuk garis-garis yang sama.

Dalam penelitian lain yang dilakukan di University of Liverpool tahun 2006, ditemukan bahwa kemiripan DNA-lah yang membuat pasangan menemukan jodohnya. Mungkin secara fisik mereka tidak mirip, tetapi mereka punya banyak kesamaan hal yang dilakukan (konsepnya sama seperti anak kembar). Hal tersebut membuat mereka merasa cocok satu sama lain dan gemar melakukan hal-hal yang sama. Tidak heran kan kalau Anda jatuh cinta pada orang yang mirip dengan diri Anda sendiri?

Jadi, benarkah kalau jodoh itu punya wajah mirip?

Bisa dikatakan sedikit banyak hal itu benar. Tetapi kemiripan wajah tersebut terjadi saat pasangan hidup berdampingan lama dan memiliki komunikasi yang intens. Bukti dari sejumlah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari berbagai belahan dunia menemukan jika sebenarnya manusia tertarik pada pasangan yang merupakan cerminan dari dirinya sendiri. Simak uraian bustle.com berikut ini.

Memiliki kepribadian yang serupa

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh para peneliti di Wellesley College di Massachusetts dan University of Kansas, ketika menjalin sebuah hubungan pertemanan atau hubungan asmara, seseorang akan lebih tertarik dengan orang yang memiliki kepribadian yang sama dengannya.

Survei yang dilakukan terhadap 1.523 pasangan menemukan bahwa pasangan ini memiliki rasio kesamaan sebanyak 86 persen.

Selain itu, ditemukan semakin mirip kepribadian, rasio sukses hubungan juga semakin tinggi.

Wajah yang sama dengan diri sendiri atau anggota keluarga

Mungkin inilah jawaban mengapa sering kali pasangan memiliki wajah yang mirip. Ternyata, penelitian pada tahun 2010 dari Personality and Social Psychology Bulletin menemukan bahwa seseorang lebih tertarik kepada orang yang wajahnya mirip dengan anggota keluarga dan pada wajahnya sendiri.

Alasan agar tak perlu berubah

Dr Angela Bahns mengatakan, seseorang memilih pasangan yang mirip dengannya agar dia tak perlu mengubah dirinya pada masa depan, padahal Bahns mengukuhkan jika pikiran tersebut justru salah.

Sebab, kurang atau takut akan perubahan dapat membawa masalah saat menjalani hubungan.

DNA yang serupa

Studi tahun 2014 dari University of Colorado menemukan bahwa saat seseorang mencari pasangan untuk jangka panjang, dia mencari seseorang yang memiliki DNA hampir mirip dengan dirinya sendiri.

Hal ini ditemukan pada pasangan yang telah menikah dan memiliki DNA serupa. Kejadian ini biasanya terjadi secara alami.

Tingkat edukasi yang sama

Selain DNA,  penelitian dari University of Colorado juga menemukan jika pasangan saling tertarik apabila mereka memiliki tingat pendidikan yang sejajar.

--- Sandy Javia

Komentar