Breaking News

INTERNASIONAL Paus Fransiskus Jamu Ribuan Kaum Miskin di Vatikan 20 Nov 2017 07:42

Article image
Paus Fransiskus dalam jamuan makan siang bersama kaum papa di Vatikan. (Foto: reuters/sz.de)
“Jika di mata dunia mereka (kaum papa) dipandang rendah, mereka adalah orang-orang yang membukakan kita jalan menuju Surga. Mereka adalah ‘paspor ke Surga’ bagi kita.”

VATIKAN, IndonesiaSatu.co -- Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, mengundang kaum papa, tunawisma, dan pengangguran untuk hadir dalam ibadat (misa) mingguan, Minggu (19/11/2017), di Basilika Santo Petrus, Vatikan.

Dikutip dari laman Sueddeutsche Zeitung/sz.de, Senin (20/11/2017), hal tersebut dilakukan Paus Fransiskus untuk menandai pembukaan peringatan Hari Orang Miskin Sedunia yang merupakan salah satu tradisi dalam Gereja Katolik.

Sedikitnya 7.000 orang kaum papa itu didampingi oleh sejumlah yayasan amal untuk merayakan misa di Basilika Santo Petrus, Vatikan.

Usai upacara ibadat Paus juga menjamu mereka dalam santap siang bersama di Aula Agung Basilika Santo Petrus. Sekitar 1.500 dari 7.000 kaum papa berkesempatan santap siang langsung bersama Paus Fransiskus, sedangkan ribuan lainnya diatur untuk menikmati santap siang sebagai undangan khusus di beberapa seminari dan biara di dekat Vatikan.

Ribuan undangan khusus Paus Fransiskus itu berasal dari kota Roma dan beberapa kota lain di Italia. Selain itu,  yayasan amal yang ditunjuk Vatikan juga menghadirkan kaum berkekurangan dari beberapa negara seperti Jerman, Prancis, Polandia, dan Spanyol.

“Jika di mata dunia mereka (kaum papa) dipandang remeh, mereka adalah orang-orang yang membukakan jalan bagi kita menuju Surga. Bagi kita, mereka adalah ‘paspor ke Surga’. Sudah menjadi tugas dan panggilan kita untuk merawat mereka,” kata Paus Fransiskus dalam kotbahnya seperti dikutip dari sz.de, Senin (20/11/2017).

Menu makanan yang dihidangkan kepada ribuan undangan istimewa Paus itu ditentukan langsung oleh Kepala Koki Vatikan, Sergio Dussin. Tugas utama Dussin adalah menyiapkan jamuan bagi tamu-tamu kehormatan Tahta Suci.

Paus Fransiskus dikenal konsisten menyuarakan dan memperjuangkan kondisi kaum miskin yang membutuhkan bantuan sesama. Ia menghayati semangat itu dengan memilih tinggal di rumah sewa yang murah dan menolak fasilitas apartemen mewah di Vatikan.

Pemimpin Gereja Katolik berusia 80 tahun itu juga mengganti mobil limousine mewah dengan sebuah mobil Ford sederhana sebagai kendaraan operasional resminya.

--- Rikard Mosa Dhae