Breaking News

AGAMA Paus Leo XIV: Yesus Raja Damai, Tidak Mendengarkan Doa Orang yang Berperang 30 Mar 2026 09:54

Article image
Paus Leo XIV mengutip Alkitab soal kisah jelang penyaliban Yesus dengan situasi perang saat ini. (Foto: Reuters)
"(Yesus) tidak mendengarkan doa orang-orang yang berperang, tetapi menolaknya, dengan mengatakan, 'sekalipun kamu banyak berdoa, Aku tidak akan mendengarkan, tanganmu penuh darah," ujar Paus Leo, mengutip ayat Alkitab.

VATIKAN, IndonesiaSatu.co-- Paus Leo XIV menegaskan Yesus menolak doa para pemimpin yang memulai perang dan memiliki 'tangan penuh darah'.

Pernyataan tegas itu disampaikan di hadapan puluhan ribu orang yang merayakan Minggu Palem (Palm Sunday), perayaan yang membuka pekan paling suci menjelang perayaan Paskah. 

Pemimpin tertinggi umat Katolik itu menyebut Yesus tidak dapat digunakan untuk membenarkan perang apa pun.

"Inilah Tuhan kita, Yesus Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang," kata paus pertama asal Amerika Serikat kepada umat Katolik di St. Peter's Square, Vatikan, Minggu (29/3/2026) dikutip Reuters.

"(Yesus) tidak mendengarkan doa orang-orang yang berperang, tetapi menolaknya, dengan mengatakan, 'sekalipun kamu banyak berdoa, Aku tidak akan mendengarkan, tanganmu penuh darah," ujar Paus Leo, mengutip ayat Alkitab.

Paus Leo juga mengutip Alkitab soal kisah jelang penyaliban Yesus. Kata Paus Leo, sebelum ditangkap, Yesus menegur salah satu pengikut-Nya karena menyerang orang yang hendak menangkap-Nya dengan pedang.

"(Yesus) tidak mempersenjatai diri, tidak membela diri, dan tidak berperang. Ia menyingkapkan wajah Tuhan yang penuh kelembutan, yang selalu menolak kekerasan. Alih-alih menyelamatkan diri, Ia membiarkan diri-Nya disalibkan," pungkasnya.

Paus Leo tidak secara khusus menyebut nama pemimpin dunia mana pun, tetapi dalam beberapa pekan terakhir, ia gencar mengkritik perang Iran melawan agresi AS dan Israel.

Paus Leo yang dikenal berhati-hati dalam memilih kata, berulang kali menyerukan gencatan senjata dalam perang tersebut. Senin lalu, ia sempat menyatakan serangan udara militer bersifat tidak pandang bulu dan harus dilarang.

Berdasarkan catatan Reuters, sejumlah pejabat AS menggunakan bahasa Kristen untuk membenarkan invasi gabungan AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, yang memicu meluasnya perang.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth memimpin doa Kristen di Pentagon. Dalam doanya, Hegseth memohon agar 'tindakan kekerasan yang luar biasa' dijatuhkan terhadap mereka yang dianggap tidak layak mendapat belas kasihan.

--- Guche Montero

Komentar