PENDIDIKAN PDI Perjuangan Ende Kirim 70 Mahasiswa Korban Gempa Flores Terima Beasiswa KIP Kuliah ke UDN Magethan Jawa Timur 24 Aug 2026 17:55
Nando menerangkan mahasiswa penerima beasiswa KIP kuliah ini, setelah melewati proses seleksi admistrasi dan wawancara lolos untuk 9 program studi; yakni program studi Bahasa Inggris, PGSD, PJOK, Informatika, pengolahan pangan, sosial ekonomi, pertanian
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Sebanyak 70 Mahasiswa asal kabupaten Ende yang umumnya korban Gempa Flores masuk dalam kategori Desil 1-4 menerima program beasiswa KIP Kuliah untuk masuk di Universitas Doktor Nugroho (UDN) Magethan, Jawa Timur.
Ke-70 mahasiswa ini difasilitasi dan atas aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Ende Fraksi PDI Perjuangan, Ferdinandus Watu. Politisi muda yang akrab disapa Nando Watu ini menerangkan bahwa Program Beasiswa KIP Kuliah sebagai wujud dukungan kepada anak-anak korban Gempa Flores untuk melanjutkan kuliah dan mendapat akses pendidikan yang layak.
"Ini bagian dari tanggung jawab dan aspirasi sebagai wakil rakyat dalam memfasilitasi dan mendukung anak-anak Flores dan Ende khususnya, agar anak-anak dari kampung dan desa yang berlatar belakang ekonomi lemah, dari orang tua yang tidak mampu, dan juga korban gempa, bisa mendapat akses pendidikan yang layak lewat jalur beasiswa ini," kata politisi muda PDI Perjuangan itu pada saat acara pelepasan mahasiswa yang berlangsung di rumah jabatan Bupati Ende, Minggu (23/8/2026).
Nando Watu sebagai kordinator beasiswa menuturkan bahwa para mahasiswa ini sudah melewati proses seleksi admitrasi hingga wawancara sejak bulan Mei.
"Ada ratusan anak yang mendaftar namun yang lolos 70 anak dan akan berangkat ke Magethan dalam 3 gelombang; gelombang pertama tanggal 24 Agustus, gelombang kedua pada 29 Agustus dan Gelombang ketiga pada bulan September," ujar Anggota DPRD Ende ini.
Nando menerangkan mahasiswa penerima beasiswa KIP kuliah ini, setelah melewati proses seleksi admistrasi dan wawancara lolos untuk 9 program studi; yakni program studi Bahasa Inggris, PGSD, PJOK, Informatika, pengolahan pangan, sosial ekonomi, pertanian, pendidikan guru PAUD, dan pendidikan luar biasa.
"Masing-masing akan mendapat bantuan berupa keuangan sebesar Rp 4,8 juta per semester, dan untuk program unggulan seperti PGSD, Bahasa Inggris dan Pendidikan Olahraga akan mendapat Rp 8 juta per semester," benernya.
Sementara itu, perwakilan kampus UDN Magethan, Atanasia Dian Setiati, menyambut hangat kedatangan mahasiswa asal Ende.
Dian menegaskan bahwa pihak kampus akan mendampingi mahasiswa tidak hanya dalam urusan akademik, tetapi juga kebutuhan tempat tinggal serta adaptasi dengan lingkungan baru.
“Kalian kini bagian dari keluarga besar UDN. Tunjukkan karakter jujur, terbuka, dan saling mendukung. Saat tiba di Surabaya, mereka akan dijemput oleh kendaraan kampus dan akan dibantu untuk fasilitasi tempat tinggal selama kuliah di Magethan,” kata Dian.
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda di hadapan anggota DPRD, utusan UDN Magethan, mahasiswa dan orang tua menekankan tentang kesiapan SDM anak-anak menuju Ende dalam 10-15 tahun ke depan. "Kita akan membuka BLUD dalam aneka bidang; pertanian dan peternakan, pasar, perikanan, dan kesehatan. Jadi kami berharap anak-anak kembali ke Ende setelah lulus dan mampu mengisi ruang kerja yang disiapkan pemerintah. Kalian adalah investasi masa depan Ende. Berjuanglah dan bawalah nama baik daerah," kata Bupati Yosef yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende ini.
Hadir dalam acara pelepasan ini Bupati Ende, Anggota DPRD kabupaten Ende, utusan Kampus UDN, para calon mahasiswa dan orang tua.
--- Guche Montero
Komentar