INTERNASIONAL Presiden Putin: Pengiriman Pasukan Eropa ke Ukraina Berarti Perang Terbuka 12 Sep 2026 14:42
Putin menegaskan, Eropa hanya menakut-nakuti warganya dengan ancaman imajiner yang datang dari Rusia padahal tidak ada bahaya sama sekali dari negaranya.
MOSK0W, IndonesiaSatu.co -- Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan Uni Eropa bahwa setiap pengerahan pasukan Eropa ke wilayah Ukraina akan dianggap sebagai bentuk perang terbuka terhadap Rusia.
Dilansir DPA, Sabtu (12/9/2026), Putin juga secara tegas membantah anggapan bahwa Rusia menjadi ancaman bagi negara-negara di Eropa.
Ia menegaskan, para pemimpin Eropa hanya memicu ketakutan yang tidak beralasan di tengah masyarakat mereka.
Menurutnya, Eropa hanya menakut-nakuti warganya dengan ancaman imajiner yang datang dari Rusia padahal tidak ada bahaya sama sekali dari negaranya.
"Ancaman ini tidak ada dan tidak pernah ada," tegas Putin pada Jumat (11/9/2026) seperti dikutip dari DPA.
Ia juga mempertanyakan alasan Rusia harus berkonflik dengan Eropa dan mengklaim pihaknya tidak memiliki niat sedikit pun untuk melakukan penyerangan terhadap negara-negara Eropa.
"Kami tidak mengancam dan tidak berniat mengancam negara-negara Eropa. Untuk apa? Tidak ada yang menyadari bahwa kami tidak memiliki alasan untuk berkonflik dengan Eropa," tuturnya.
Terkait wacana keterlibatan militer asing di medan perang, Putin menyoroti langkah para pemimpin Eropa yang tengah membahas opsi pengiriman personel militer ke Ukraina.
"Saat ini, mereka bilang sedang mempertimbangkan cara mengirim pasukan ke wilayah Ukraina. Itu berarti perang terbuka melawan Rusia," ungkapnya.
Pernyataan ini mempertegas sikap Moskow yang secara konsisten menetapkan kehadiran pasukan Barat di tanah Ukraina sebagai garis merah yang tidak boleh dilanggar.
Wacana pengiriman pasukan itu sendiri telah didiskusikan oleh para pemimpin Eropa selama beberapa tahun dan belum pernah terealisasi hingga saat ini.
Seperti diketahui, Rusia telah melancarkan serangan berskala besar ke Ukraina sejak Februari 2022 karena ancaman yang muncul akibat perluasan NATO hingga ke perbatasannya.
--- Aprilio G.