INTERNASIONAL Warga AS Peringati 25 Tahun Serangan Teror 11 September 11 Sep 2026 16:07
Serangan teror 11/9 telah mengubah peta keamanan global secara permanen dan memengaruhi kebijakan politik, hukum, dan keamanan internasional hingga saat ini.
NEW YORK, IndonesiaSatu.co – Warga Amerika Serikat (AS) memperingati 25 tahun tragedi 11 September 2001 (9/11), serangan teror terbesar dalam sejarah modern yang menewaskan 2.977 korban jiwa.
Disitir dari New York Times, Jumat (11/9/2026), peringatan seperempat abad ini menjadi momentum nasional untuk mengenang hampir 3.000 jiwa yang gugur dan memberikan penghormatan atas aksi heroik para petugas penyelamat.
Tragedi 11 September 2001 bermula ketika kelompok ekstremis Al-Qaeda membajak empat pesawat komersial di AS. Dua pesawat ditabrakkan ke Menara Kembar WTC di New York, satu pesawat menghantam markas besar militer Pentagon di Virginia, dan pesawat keempat jatuh di area lapangan Shanksville, Pennsylvania, setelah para penumpang melakukan perlawanan di dalam kokpit.
Acara peringatan pada Jumat (11/9/2026) diwarnai oleh peletakan karangan bunga, pengibaran bendera setengah tiang, hening cipta, doa bersama, hingga pembacaan nama-nama korban.
Survei terbaru di AS menyebutkan, sekitar separuh dari warga dewasa AS menganggap peristiwa 9/11 sebagai pengalaman dan momentum paling bersejarah dalam hidup mereka.
Sejumlah pejabat tinggi AS turut menghadiri upacara peringatan di tempat berbeda. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menghadiri upacara di Pentagon, sementara Wakil Presiden JD Vance menghadiri peringatan di National September 11 Memorial di New York.
Khusus di Ground Zero, titik utama serangan teror, ditambahkan sesi hening cipta khusus untuk menghormati para petugas dan warga yang meninggal dunia akibat paparan debu beracun pasca-runtuhnya menara kembar.
Diberitakan, ribuan orang dilaporkan mengalami kanker dan penyakit kronis dalam beberapa tahun setelah kejadian tersebut.
Peringatan 25 tahun insiden 9/11 juga diisi dengan gerakan bakti sosial nasional. Tayangan komersial di Times Square dihentikan secara serentak pada pukul 09.11 pagi untuk menampilkan waktu terjadinya peristiwa teror.
Serangan teror mengerikan tersebut telah mengubah peta keamanan global secara permanen dan memengaruhi kebijakan politik, hukum, dan keamanan internasional hingga saat ini.
Setelah tragedi 9/11, pemerintah AS membentuk Departemen Keamanan Dalam Negeri, memperketat regulasi penerbangan dan intelijen dunia, dan meluncurkan operasi militer secara masif di Irak dan Afganistan. Tujuan utama operasi militer adalah menangkap Osama bin Laden yang dianggap sebagai dalang aksi teror tersebut dan menghancurkan sel-sel teroris.
--- Aprilio G.