MAKRO Pemerintah Terapkan Defisit Fiskal APBN 2023 Maksimal 3% dari PDB 11 Sep 2022 10:25
Ini adalah sesuai dengan tax force yang dibuat oleh PBB, dimana mereka mengidentifikasi suasana dan situasi tantangan Global ini akan berpotensi kepada tiga area krisis yaitu pangan, energi, dan utan
JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Pemerintah akan menerapkan disiplin fiskal dengan maksimum defisit 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2023.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam acara Sarasehan 100 Ekonomi Indonesia bertajuk "Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia", pada Rabu (7/9/22).
“Ini adalah sesuai dengan tax force yang dibuat oleh PBB, dimana mereka mengidentifikasi suasana dan situasi tantangan Global ini akan berpotensi kepada tiga area krisis yaitu pangan, energi, dan utang.” ungkap Menkeu.
Menkeu juga mengatakan bahwa anggaran subsidi energi di tahun 2023 saat ini masih dalam pembahasan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Dalam hal ini, pemerintah menyediakan anggaran subsidi minyak lebih dari Rp 340 triliun dengan asumsi minyak di kisaran US$90 per barel.
“Tentu kita juga melihat ketidakpastian outlook dari harga minyak,” jelas Menkeu
Tentunya di dalam melakukan proyeksi tersebut Kementerian Keuangan menggunakan data dari agency yang kredibel dan memiliki otoritas di bidang minyak.
Sementara di sisi lain, Menkeu menyebut bahwa volatilitas harga minyak juga terjadi akibat tekanan geopolitik, termasuk penggunaan bahan bakar minyak sebagai salah satu instrumen perang.
Sehingga kemungkinan harga minyak dunia akan turun apabila outlook dari negara-negara maju masuk ke dalam resesi yang menyebabkan permintaan terhadap minyak juga ikut menurun.
“Tapi kita sudah tahu bahwa oil becoming an instrument war. Masing-masing menggunakannya itu,” tutupnya.***
--- Sandy Javia
Komentar