Breaking News

INVESTASI Peneliti: Semangat Optimistis Tomy Winata Penting untuk Menjaga Kepercayaan Pasar 23 Jun 2026 08:58

Article image
Tomy Winata usai acara Opening Pre Launch Ceremony 36th Anniversary Discovery Kartika Plaza Hotel. (Foto: Ist)
Tomy Winata menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia masih memiliki posisi yang kuat dan strategis dalam percaturan ekonomi dunia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, optimisme terhadap masa depan perekonomian Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keyakinan pelaku usaha maupun investor.

Pandangan tersebut tercermin dari pernyataan Pendiri Artha Graha Peduli, Tomy Winata, saat menghadiri peluncuran rangkaian Hari Ulang Tahun ke-36 Discovery Kartika Plaza Hotel (DKPH) Bali.

Pada kesempatan itu, Tomy Winata menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia masih memiliki posisi yang kuat dan strategis dalam percaturan ekonomi dunia.

“Indonesia bagus kok, prestisius bagi para investor. Posisinya Indonesia strategis dan dibutuhkan oleh dunia. Kita yakin saja sebagai orang Indonesia, apalagi di bawah pemerintahan Bapak Prabowo dan jajarannya,” ujar Tomy Winata.

Peneliti Senior Populi Center, Yugolastarob Komeini, menilai optimisme yang disampaikan Tomy Winata bukan tanpa alasan. Menurutnya, Indonesia hingga kini tetap menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik karena didukung oleh pasar domestik yang besar, kekayaan sumber daya alam, iklim usaha yang terus berkembang, serta jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa.

Yugolastarob menjelaskan, konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional telah membuat Indonesia relatif lebih resilien dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal dibandingkan sejumlah negara lainnya.

Selain itu, Indonesia juga memiliki keunggulan dari sisi komoditas strategis seperti nikel, batu bara, kelapa sawit, karet, dan timah. Kebijakan hilirisasi yang dijalankan pemerintah dinilai mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka peluang masuknya investasi baru ke berbagai sektor.

Menurutnya, upaya perbaikan iklim investasi juga diperkuat melalui reformasi regulasi, termasuk penerapan Undang-Undang Cipta Kerja dan sistem Online Single Submission (OSS), yang memberikan kemudahan bagi investor dalam menjalankan kegiatan usaha di Indonesia.

Di sisi lain, Tomy Winata mengingatkan para pelaku usaha untuk tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengembangkan bisnis.

“Yang penting bagi para pedagang dan pengusaha jangan terprovokasi. Jangan over-invest, sesuaikan dengan kekuatan yang masuk akal dan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Di mana ada potensi, kita masuk,” katanya.

Yugolastarob menilai pesan tersebut menunjukkan bahwa optimisme perlu diimbangi dengan perencanaan yang matang serta pengelolaan risiko yang baik agar dunia usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Meskipun masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah seperti penguatan sektor manufaktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, efisiensi logistik, hingga percepatan investasi hijau, Indonesia tetap memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

“Jadi narasi dan semangat inilah yang perlu kita jaga dan rawat bersama. Kondisi global sedang tidak menentu, Pak Tomy menginspirasi kita semua saya rasa, termasuk pengusaha yang lain,” pungkas Yugolastarob.

--- Guche Montero

Komentar