Breaking News

INTERNASIONAL Penembakan Massal di Afrika Selatan, Sedikitnya 27 Orang Tewas 27 Sep 2026 17:58

Article image
Salah satu lokasi penembakan massal terbaru di Afrika Selatan. (Foto: DPA)
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan, masalah kekerasan bersenjata merupakan salah satu ancaman terbesar yang dihadapi negara dengan julukan “Negeri Pelangi” tersebut.

JOHANNESBURG, IndonesiaSatu.co -- Delapan orang bersenjata yang membawa senapan serbu melepaskan tembakan brutal di sebuah bar di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (26/9/2026) malam waktu setempat.

 Dilansir DPA, Minggu (27/9/2026), serangan mendadak tersebut menewaskan 17 orang dan melukai 15 lainnya. Aparat kepolisian setempat menyatakan, para korban tewas terdiri dari 13 laki-laki dan empat perempuan.

Disebutkan pula bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 19.30 GMT pada Sabtu (26/9/2026). Para pelaku langsung melarikan diri sesaat setelah beraksi menggunakan dua kendaraan.

"Mereka diduga menggeledah sejumlah pengunjung dan mengambil ponsel mereka sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian menggunakan dua kendaraan yang tidak teridentifikasi," ungkap pihak kepolisian pada Minggu (27/9/2026).

Polisi menambahkan, para pelaku sempat membakar dua kendaraan sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Sementara itu, insiden penembakan kedua oleh sejumlah orang bersenjata juga terjadi di sebuah tempat hiburan di kawasan permukiman di luar Cape Town, Minggu (27/9/2026) dini hari waktu setempat, menewaskan 10 orang dan melukai 11 orang lainnya.

Motif penembakan dalam dua insiden tersebut masih dalam penyelidikan aparat keamanan setempat dengan mengerahkan tim detektif serta unit-unit khusus lainnya untuk melacak dan menangkap para pelaku.

Insiden penembakan menjadi hal umum yang sering kali dipicu oleh persaingan antargeng serta perseteruan antarpelaku usaha informal di maraknya jual beli senjata api legal maupun ilegal di Afrika Selatan.

Negara dengan populasi sekitar 62 juta jiwa ini memiliki salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia, dengan rata-rata sekitar 60 orang tewas setiap harinya.

Pada Maret lalu, aparat militer bahkan telah dikerahkan ke wilayah-wilayah rawan kekerasan di Johannesburg untuk mendukung upaya kepolisian dalam mengatasi maraknya kejahatan.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan, masalah kekerasan bersenjata merupakan salah satu ancaman terbesar yang dihadapi negara dengan julukan Negeri Pelangi” tersebut.

--- Aprilio G.