HUKUM Pengembangan OTT Imigrasi Jakarta Barat: KPK Kejar Aliran Dana hingga Bali dan Wamen Imipas Silmy Karim 03 Jun 2026 22:54
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan tim penyidik masih bergerak di lapangan untuk menelusuri keberadaan Silmy. Perburuan ini merupakan bagian dari pengembangan operasi senyap yang digelar sejak Selasa malam 2 Juni 2026.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memburu keberadaan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. Langkah ini diambil guna mengembangkan operasi tangkap tangan (OTT) dugaan korupsi di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan tim penyidik masih bergerak di lapangan untuk menelusuri keberadaan Silmy. Perburuan ini merupakan bagian dari pengembangan operasi senyap yang digelar sejak Selasa malam 2 Juni 2026. “Tim masih terus melakukan pencarian,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya pada Rabu 3 Juni 2026.
Lembaga antirasuah itu juga memperingatkan semua pihak yang terseret dalam perkara ini agar tidak mempersulit jalannya pemeriksaan. KPK meminta mereka bersikap kooperatif selama proses hukum berjalan. “KPK meminta agar para pihak dapat kooperatif,” tegas Budi.
Kepala Imigrasi Jakarta Barat Dicokok
Dalam operasi senyap tersebut tim penindak KPK mencokok belasan orang. Salah satu pejabat teras yang langsung diamankan adalah Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah. “Dalam progresnya ada belasan orang yang diamankan dalam rangkaian kegiatan peristiwa tertangkap tangan kali ini,” ujar Budi menjelaskan.
Selain menangkap para terduga pelaku penyidik KPK juga menyita gudang barang bukti yang diduga kuat bertalian dengan praktik lancung tersebut. Barang bukti yang disita bervariasi mulai dari kendaraan roda empat dan roda dua hingga tumpukan uang tunai. Penyidik juga menemukan mata uang asing berupa dolar Amerika Serikat (USD) serta dolar Singapura (SGD) hingga bongkahan logam mulia berupa emas.
Penyidikan Meluas hingga ke Bali
KPK menegaskan operasi penindakan ini masih jauh dari kata selesai. Tim penyidik saat ini sedang menyebar ke sejumlah lokasi di luar Jakarta termasuk wilayah Bali dan Jawa Barat. Pergerakan ini dilakukan demi menelusuri muara aliran dana suap sekaligus mengumpulkan alat bukti tambahan. “Tim masih bergerak di lapangan. Nanti kami akan terus memperbarui perkembangannya termasuk rincian barang bukti yang diamankan,” tutur Budi.
Skandal ini langsung menjadi sorotan publik karena tidak hanya membersihkan pejabat di tingkat wilayah sekelas Imigrasi Jakarta Barat. Kasus ini menggelinding panas hingga menyeret nama petinggi kementerian setelah KPK secara terbuka mencari keterlibatan Wamen Imipas Silmy Karim. Sampai saat ini KPK masih memeras keterangan dan mendalami peran masing-masing pihak sebelum mengumumkan status hukum para terperiksa. ***
--- Sandy Javia
Komentar