HANKAM Perusak Kawal Rudal 10514 Perkuat Daya Tempur TNI AL 10 Feb 2016 02:35
Dua unit kapal perang jenis 'Guided Missile Frigate' atau Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 yang dibangun PT PAL bekerja sama dengan Damen (Belanda) akan memperkuat jajaran TNI AL.
MILITER Indonesia terus meningkatkan kekuatan, kemampuan dan penggelarannya menuju terwujudnya postur pertahanan yang makin tangguh dan handal. Salah satu jalannya adalah mempertajam daya tempur TNI dari ketiga matra: darat, laut dan udara.
TNI AD, misalnya, telah menghadirkan tank tempur utama (Main Battle Tank) Leopard 2A4/2RI yang merupakan keluarga MBT terbaik di dunia saat ini, menyusul delapan heli serbu Apache yang dikenal amat mumpuni dan paling handal. Menurut sumber di Mabes AD, militer Indonesia juga tengah mengincar helikopter angkut kelas berat CH-47 Chinook yang selama ini diandalkan AS di berbagai palagan tempur.
Kekuatan TNI AL telah ditingkatkan dengan kehadiran 3 unit kapal perang Indonesia (KRI) Bung Tomo Class yang modern. Alutsista TNI AL juga akan segera diperkuat oleh 2 unit kapal perang canggih PKR Sigma-10514 dari Belanda. Bahkan sebuah sumber menyebutkan, militer Indonesia akan menambah pesanan kapal perang sejenis sehingga armada AL Indonesia akan dilengkapi 6 unit kapal perang PKR Sigma-10514 dari Belanda. Ini jelas menaikkan efek gentar dari kehadiran armada TNI AL di perairan nasional terutama di wilayah perbatasan.
Sejalan dengan peningkatan kekuatan ini, jumlah kapal selam Indonesia juga akan bertambah dengan tiga unit kapal selam DSME-209 (Improved Chang Bogo) yang sedang dikerjakan: dua di Korea Selatan dan satu di PT PAL Surabaya dalam kerja sama dengan Korsel.
TNI AU sedang menantikan kehadiran jet tempur generasi 4.5 yang ganas asal Rusia, Sukhoi Su-35, di atas angkasa Indonesia. Belum diperoleh sejauh mana kemajuan urusan administratif pembeliannya dari Kemhan, namun dapat dipastikan raungan Su-35 akan mewarnai langit Nusantara.
Mengenal PKR 10514
Dua unit kapal perang jenis Guided Missile Frigate atau Perusak Kawal Rudal (PKR) Fregate Class 10514 yang dibangun oleh PT PAL Surabaya dalam kerja sama dengan Damen (Belanda) akan memperkuat jajaran TNI AL untuk mengemban tugasnya mengawal dan menegakkan kedaulatan negara di perairan yurisdiksi nasional Indonesia.
Kapal perang jenis light frigate PKR 10514 dibangun PT PAL Surabaya bekerja sama dengan perusahan galangan kapal Belanda Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS). First Steel Cutting kapal PKR-1 telah dilaksanakan pada 15 Januari 2014, dan kapal PKR-2 pada 16 Juli 2014. Pembangunan kedua kapal perang ini merupakan bagian dari program Transfer of Technology (ToT) dengan DSNS yang memerlukan waktu pembuatan selama 49 bulan.
PKR-1 telah diluncurkan 18 Januari 2016 oleh Menhan RI Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi. Selanjutnya PKR-1 akan diserahkan kepada TNI AL pada Januari 2017, disusul PKR-2 pada Oktober 2017.
Dengan panjang 105 meter dan lebar 14 meter, PKR 10514 didisain untuk bergerak prima dan mampu bermanuver dengan kemampuan “siluman” (stealth technology). Dengan kemampuan ini, PKR ini tidak dapat atau sulit dideteksi radar musuh. Performanya semakin gahar dan menakutkan, karena PKR 10514 dilengkapi sensor udara yang tercanggih saat ini yang bikin dia mampu mendeteksi sasaran di udara lebih dari 200 kilometer.
Selain sistem sensor yang canggih, PKR 10514 dilengkapi pula dengan sistem peralatan komunikasi modern yang memampukannya berkomunikasi dengan berbagai unsur lainnya seperti kapal permukaan, kapal selam dan pesawat udara baik berupa komunikasi suara maupun data, secara terbuka maupun crypto.
PKR 10514 dilengkapi sistem pendorong yang memampukan dia berlayar dengan kecepatan 28 knot bila menggunakan 2 unit diesel engine propulsion dan kecepatan 15 knot jika menggunakan 2 unit electric motor propulsion. Dengan menggunakan pendorongan elektrik, kapal ini bisa menghemat bahan bakar karena secara otomatis bisa bergerak dengan menggunakan tenaga listrik.
Di samping itu, kedua kapal PKR tersebut mempunyai persenjataan yang sangat modern dan terintregrasi dalam sistem Sensor Weapon Control (Sewaco) yang canggih. Kapal ini mengusung persenjataan meriam kaliber 76 mm dan Millenium Gun 35 mm, peluncur rudal anti serangan udara dan anti kapal permukaan, serta peluncur torpedo untuk menghancurkan kapal selam.
Sebagaimana diungkapkan Direktur Utama PT PAL Firmansyah Arifin kepada media beberapa waktu lalu, kapal PKR 10514 merupakan varian kapal perang canggih yang khusus difungsikan untuk pertempuran. Berbeda misalnya dengan Strategic Sealift Vessel (SSV) yang bisa dioperasikan untuk fungsi non pertempuran. PKR 10514 juga menandakan kemajuan industri pertahanan dalam negeri karena merupakan Perusak Kawal Rudal berjenis light frigate pertama yang dibangun di Indonesia dengan topangan teknologi tinggi dari Damen, Belanda.
Menurut Arifin, Badan Usaha Milik negara (BUMN) bidang perkapalan ini juga telah mengirimkan 70 insinyur ke Damen, Belanda untuk terlibat dalam proses pembelajaran pengembangan PKR secara mandiri. Dengan demikian, untuk pembuatan kapal sejenis yang ketiga dan seterusnya kita bisa lakukan sendiri.
Kedua PKR 10514 akan bergabung dalam armada kapal tempur pemukul (Striking Force) dari TNI AL. Keduanya mengemban fungsi asasi untuk mampu hadir di segala mandala operasi dan segala cuaca. Juga, harus dapat mengimbangi dan bahkan mengungguli kemampuan tempur AL negara lain. Selain itu, harus mampu menggelar peperangan 3D (3 dimensi) yakni peperangan anti udara, anti kapal permukaan dan anti kapal selam.
Berdasarkan informasi dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal), kedua kapal PKR buatan dalam negeri itu akan diberi nama dua pahlawan nasional Indonesia. Kapal PKR-1 akan diberi nama Raden Eddy Martadinata (REM), sedangkan kapal PKR-2 akan bernama I Gusti Ngurah Rai (GNR).
Jalesveva Jayamahe! Justru di laut kita jaya!
--- Valens Daki-Soo
Komentar