NASIONAL Presiden Prabowo Sebut Swasembada Pangan sebagai Tonggak Penting Kedaulatan Bangsa 08 Jan 2026 10:18
Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan tersebut dicapai melalui kerja keras petani, dukungan lintas kementerian dan lembaga, serta kebijakan yang berorientasi pada produksi dan perlindungan petani.
KARAWANG, IndonesiaSatu.co-- Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan pencapaian swasembada pangan nasional dalam momentum Panen Raya Padi yang dipusatkan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Pengumuman tersebut diikuti secara daring oleh seluruh kepala daerah, termasuk Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma dari Kabupaten Kupang.
Presiden Prabowo mengumumkan capaian tersebut langsung dari tengah hamparan sawah di Karawang, yang ditandai dengan penumbukan gabah secara simbolik bersama petani dan jajaran pemerintah.
Prabowo menyebut, swasembada pangan sebagai tonggak penting kedaulatan bangsa.
“Hari ini kita mencatat kemenangan yang sangat penting. Dengan mengucap bismillah, pada 7 Januari 2026, saya umumkan Indonesia telah mencapai swasembada pangan,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Menurut Presiden Prabowo, kemandirian pangan merupakan fondasi kemerdekaan dan kekuatan sebuah negara.
Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan tersebut dicapai melalui kerja keras petani, dukungan lintas kementerian dan lembaga, serta kebijakan yang berorientasi pada produksi dan perlindungan petani.
Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa capaian tersebut harus dijaga dengan pengelolaan yang disiplin dan berkelanjutan. Prabowo juga menyinggung masih adanya kebocoran dalam tata kelola pangan yang harus terus diperbaiki.
Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para petani dan Kementerian Pertanian yang dinilainya mampu mewujudkan swasembada pangan hanya dalam waktu sekitar satu tahun.
"Apresiasi untuk semua bentuk kerja sama, dukungan dan kerja kerasa. Target berikutnya adalah swasembada jagung, protein hewani, serta penguatan sektor perikanan dan peternakan nasional," kata Prabowo.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pada kesempatan yang sama menegaskan bahwa keberhasilan swasembada beras merupakan hasil kerja kolaboratif Kabinet Merah Putih bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh, dan petani.
Mentan Amran menyebut percepatan regulasi pupuk, perbaikan irigasi, pengendalian mafia pangan, serta penyerapan gabah petani sebagai faktor kunci.
Siap Berkontribusi
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan bahwa pengumuman swasembada pangan menjadi kebanggaan nasional sekaligus tantangan bagi daerah.
“Ini membuktikan bahwa jika bangsa ini bersatu, kita mampu berdiri di atas kaki sendiri. NTT memiliki potensi pertanian yang besar dan kami siap berkontribusi dengan mengoptimalkan lahan dan meningkatkan produktivitas petani,” komit Gubernur Melki.
Menurut Gubernur, keberhasilan swasembada pangan juga berdampak global.
Penghentian impor beras Indonesia menekan harga beras dunia hingga turun lebih dari 40 persen.
Di dalam negeri, cadangan beras pemerintah mencapai rekor tertinggi, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.
"Dengan capaian tersebut, sektor pertanian kembali menegaskan perannya sebagai penopang utama ketahanan nasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Gubernur Melki.
Dari Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang di Oelamasi, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT bersama Bupati Kupang Yosef Lede, unsur Forkopimda, penyuluh pertanian, serta perwakilan petani mengikuti prosesi panen raya yang menjadi penanda berakhirnya ketergantungan Indonesia terhadap impor beras.
--- Guche Montero
Komentar