Breaking News

KESEHATAN Prof Tjandra Yoga Aditama: Laporan Perburukan Keadaan Super Flu di Amerika Serikat 06 Jan 2026 19:55

Article image
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia, Prof Tjandra Yoga Aditama. (Foto: Ist)
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, setidaknya, ada lima perburukan keadaan yang terjadi di Amerika Serikat.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Setiap minggu “Center of Disease Control and Prevention (CDC)” Amerika Serikat selalu menyampaikan kepada publik terkait perkembangan penyakit di negara tersebut, termasuk H3N2 Sub Clade K yang dikenal sebagai Super Flu.

Laporan terbaru keluar kemarin, pada 5 Januari 2026 - dengan data sampai 27 Desember 2025. Hasilnya laporan tersebut dibandingkan dengan laporan 30 Desember 2025, dengan data sampai 20 Desember 2025 pada minggu sebelumnya.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, setidaknya, ada lima perburukan keadaan yang terjadi di Amerika Serikat.

Pertama, jumlah kematian yang di laporan pada 30 Desember 2025 ditulis 3100 sementara pada 5 Januari 2026 meningkat menjadi 5000 kematian.

“Kedua, jumlah yang pasien influenza dirawat di Rumah Sakit dalam seminggu naik dari 19.053 pada laporan 30 Desember 2025 menjadi 33.301 seminggu pada laporan 5 Januari 2026,” ujar mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes tersebut.

Ketiga, jumlah kasus rawat jalan dalam seminggu naik 8,2% antara laporan 5 Januari 2026 dengan 30 Desember 2025.

Keempat, dalam laporan pada 27 Desember disebut bahwa ada 37 daerah jurisdiksi Amerika Serikat yang tergolong klasifikasi influenzanya tinggi atau sangat tinggi, dan angka ini naik menjadi 48 daerah jurisdiksi di 5 Januari 2026

Kelima, pada 5 Januari 2026 CDC Amerika Serikat menyatakan bahwa situasi influenza  musiman di negara itu untuk tahun 2025-2026 adalah "moderately severe" dengan perkiraan 11 juta kasus dan 120.000 perawatan di rumah sakit.

Dia mengatakan, CDC secara teratur memberi laporan mingguan ke rakyatnya dan juga ke dunia. ”Tentu akan baik kalau kita juga mendapat laporan surveilans mingguan berbagai penyakit yang ada di negara kita,” ujar penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 - PERSI dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025 itu. *

 

--- F. Hardiman

Komentar