UKM Proyek Envision Dukung 50 BUMDes, Perempuan dan Pemuda di NTT 11 Aug 2023 21:37
Kami berharap langkah-langkah kunci ini akan membawa BUMDes untuk berperan sebagai off taker dan pelopor pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa.
KUPANG, IndonesiaSatu.co – Sebanyak 50 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan terima kasih kepada EU, Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Yayasan Alfa Omega (YAO) atas dukungannya melalui proyek empat puluh dua bulan yaitu “Enabling Civil Society for Inclusive Village Economic Development (ENVISION)”.
Proyek ini dimulai pada Maret 2020 dan dilaksanakan di Sumba Timur, Timor Tengah Selatan dan Kupang.
Proyek ini bertujuan untuk mendorong keterlibatan perempuan dan pemuda dalam pengelolaan BUMDes sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dukungan dari proyek tersebut memberi manfaat kepada 61.075 orang, yang terdiri dari 12.440 perempuan dan pemuda sebagai penerima manfaat langsung.
Terlepas dari tantangan besar dalam pelaksanaan proyek yang disebabkan oleh Covid-19 dan Siklon Tropis Seroja itu, ENVISION bersama dengan organisasi masyarakat sipil (OMS) lokal yaitu Bengkel Appek, Yayasan Sanggar Suara Perempuan, dan Yayasan Injiwatu Sumba, memberikan serangkaian pelatihan kepada forum BUMDes, perempuan dan kelompok pemuda, dan OMS lokal.
Forum yang diresmikan melalui Surat Keputusan Bupati ini menjadi wadah bagi OMS, BUMDes, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas tantangan pembangunan ekonomi daerah dan solusi operasional BUMDes. OMS dan BUMDes juga memanfaatkan forum ini sebagai platform berbagi pengetahuan.
ENVISION berhasil membantu 42 BUMDes memiliki setidaknya 20% keterwakilan perempuan di tingkat manajemen; 38 BUMDes memperoleh sertifikat badan hukum untuk mengelola bisnis dan asetnya; 30 BUMDes mendapat tambahan dana minimal 5% dari dana desa; dan 67 dari 250 fasilitator desa terpilih menjadi tokoh Gender Equality and Social Inclusion (GESI). Para tokoh ini secara aktif mendorong partisipasi kelompok perempuan dan pemuda dalam pertemuan desa.
“Kami berharap pemerintah daerah dan OMS lokal yang telah dilatih akan terus mendukung forum OMS dan BUMDes ketika ENVISION berakhir. Kami juga percaya bahwa tokoh GESI yang telah dilatih akan terus memberdayakan kelompok perempuan dan pemuda untuk lebih aktif dalam pertemuan forum dan kegiatan desa lainnya,” ujar Direktur Nasional WVI, Angelina Theodora.
BUMDes, katanya, membutuhkan dukungan berkelanjutan seperti pelatihan terkait pengembangan usaha dan integrasi ke dalam platform online dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, untuk mengembangkan bisnis mereka dan berkolaborasi dengan perusahaan bisnis eksternal termasuk lembaga keuangan.
“Kami mengapresiasi Wahana Visi Indonesia dan Yayasan Alfa Omega atas kontribusinya dalam membantu BUMDes berbadan hukum. Selain itu, saya juga melihat kapasitas kader binaan ENVISION sangat meningkat. Ini terlihat dari keberanian mereka berbicara di forum desa,” ujar Adityawarman Darudono, Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Ekonomi dan Investasi Kementerian Desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi NTT, Viktorius Manek, mengatakan bahwa pihaknya merekomendasikan empat poin utama bagi BUMDes untuk mengembangkan usahanya di desa, antara lain mengoptimalkan potensi desa, menemukan orang yang tepat untuk mengelola BUMDes, memiliki visi dan rencana aksi yang jelas, dan menemukan mekanisme yang tepat untuk mengoperasikan bisnis.
“Kami berharap langkah-langkah kunci ini akan membawa BUMDes untuk berperan sebagai off taker dan pelopor pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa,” katanya.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket mengatakan bahwa kesetaraan gender dan inklusi sosial, juga penyandang disabilitas, sangat penting bagi komunitas mana pun, di Indonesia maupun di Eropa.
“Itulah sebabnya Uni Eropa bekerja sama dengan komunitas lokal di Indonesia untuk tujuan ini. Saya senang melihat bagaimana proyek ENVISION yang didanai Uni Eropa telah mendukung 50 BUMDes untuk pemberdayaan ekonomi perempuan dan pemuda desa. Ini terobosan yang akan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat desa di NTT," ujarnya.
ENVISION mengadakan acara selama dua hari pada tanggal 10-11 Agustus 2023 untuk menutup proyek. Diakhiri dengan talk show penuh informasi yang menampilkan hasil proyek, kisah sukses dan praktik baik, serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada Kementerian terkait berdasarkan umpan balik dari implementasi peraturan di tingkat desa.
Pengalaman dan praktik baik yang dikumpulkan dari proyek ENVISION diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk BUMDes lainnya, terutama dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, memastikan tidak ada yang tertinggal. ***
--- F. Hardiman
Komentar