REGIONAL Puluhan Balita dan Bumil di Ngada Keracunan MBG, Ketua DPRD Ngada Desak Audit SPPG 05 Mar 2026 09:37
BAJAWA, IndonesiaSatu.co — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu kekhawatiran publik setelah puluhan penerima manfaat dilaporkan mengalami keracunan massal pada Selasa (3/3/2026). Peristiwa ini menimpa kelompok rentan, mulai dari balita, anak sekolah, hingga ibu hamil.
Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Romilus Juji, menyatakan empati yang mendalam atas musibah tersebut dan meminta penanganan kesehatan para korban dilakukan secara maksimal. Ia juga menegaskan perlunya langkah hukum dan manajerial yang tegas terhadap pengelola Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Kecamatan Inerie.
“Kami memberikan atensi yang serius terhadap peristiwa ini. Operasional SPPG harus dimintai pertanggungjawaban dan dilakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Romilus saat dihubungi, Rabu (4/3/2026).
Penanganan Medis dan Sebaran Korban
Berdasarkan data lapangan, penanganan medis dilakukan secara intensif oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Inerie dan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada dengan dukungan aparat TNI-Polri. Sebaran korban dilaporkan tersebar di beberapa titik fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan darurat.
Sebanyak 16 orang ditangani di Puskesmas Watumanu, 7 orang menjalani rawat inap di Puskesmas Aimere, sementara satu orang korban harus dirujuk ke RSUD Bajawa karena kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Hingga Rabu (4/3), beberapa korban balita dilaporkan sudah mulai pulih dan diizinkan kembali ke rumah.
BPOM Ende Turun Tangan Periksa Sampel
Menanggapi insiden tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Loka Ende langsung terjun ke lokasi SPPG di Desa Waebela untuk melakukan audit teknis dan pengambilan sampel makanan. Hasil uji laboratorium atas sampel tersebut kini tengah dinantikan untuk memastikan penyebab pasti kontaminasi.
Kepala BPOM Loka Ende memberikan arahan teknis kepada perangkat SPPG mengenai Standar Pengolahan Pangan yang wajib dipatuhi. BPOM menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar keamanan pangan adalah harga mati dalam penyelenggaraan program pangan massal seperti MBG.
Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kecamatan Inerie memastikan akan terus memantau perkembangan kesehatan korban yang masih menjalani rawat inap di Puskesmas Aimere. Insiden ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan higienitas di seluruh titik penyaluran program pemenuhan gizi nasional di wilayah Kabupaten Ngada.***
--- Sandy Javia
Komentar