Breaking News

EKONOMI Prabowo Subianto: "Yang Meragukan Koperasi Merah Putih Silahkan Cari Negara Lain!" 12 Jul 2026 22:59

Article image
Tampak Presiden Prabowo resmikan kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri. Enggak apa-apa, libur boleh. Kapan lagi petani libur ke luar negeri sekarang?

Jakarta, IndonesiaSatu.co-- Momen Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7)dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto serta beberapa Menteri dan pimpinan lembaga negara.

Bambang Haryadi, selaku Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menyampaikan baru di era pemerintahan Prabowo gerakan koperasi mendapatkan perhatian serius.

"Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden gerakan koperasi di Indonesia mendapat perhatian dan menjadi program prioritas ekonomi masyarakat," ungkap Bambang.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan penguatan koperasi menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pemerataan ekonomi tentu pemerintah tetap membutuhkan peran pelaku usaha lain.

"Kita tidak anti perusahaan besar. Tidak. Karena Indonesia ini negara besar, kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD. Kita butuh semuanya. Ini harus menjadi kekuatan ekonomi. Itu yang saya maksud Indonesia Incorporated," tegas Prabowo.

Lanjutnya, pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan buruh melalui pembangunan ekonomi berbasis desa. Menurutnya, perputaran uang harus lebih banyak terjadi di daerah agar manfaat pembangunan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat di perkotaan.

"Karena kita akan buat tani, nelayan, buruh makmur. Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten. Uangnya akan tinggal di desa, di kecamatan, di kabupaten. Kita akan kembalikan. Kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan. Sekarang ekonomi akan turun ke rakyat," ungkapnya.

Prabowo menyadari Indonesia merupakan negara besar sehingga seluruh pelaku ekonomi, mulai dari UMKM, sektor swasta, hingga badan usaha milik negara dan daerah, memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Karena Indonesia ini negara besar, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN-BUMD. Kita butuh semuanya. Ini harus menjadi kekuatan," tandas Prabowo.

Menurutnya penguatan koperasi, tidak serta merta memperlemah yang lain.

"Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. No!" ungkapnya.

Prabowo meyakini Indonesia bisa tumbuh kuat di semua lini. Ia percaya Indonesia mampu bangkit menjadi negara yang mandiri.

"Kita perkuat, Indonesia kaya, Indonesia akan bangkit, dan Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini," timpal Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa semakin banyak petani Indonesia yang kini mampu berlibur ke luar negeri seiring meningkatnya tingkat kesejahteraan mereka.

"Saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri. Enggak apa-apa, libur boleh. Kapan lagi petani libur ke luar negeri sekarang?" beber Prabowo.

Ia juga kembali menekankan bahwa selama ini potensi ekonomi Indonesia banyak mengalir ke luar, sehingga pemerintah kini berupaya mengembalikan manfaat ekonomi tersebut kepada masyarakat.

"Kita kembalikan sekarang, ekonomi akan turun ke rakyat," ujarnya.

Menurut Prabowo, memperkuat koperasi justru akan membuat ekonomi Indonesia bisa tumbuh kuat di semua sektor, sehingga perekonomian nasional makin kokoh dan bangkit.

"Kita perkuat, Indonesia kaya, Indonesia akan bangkit, dan Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini," kata Prabowo.

Prabowo juga meminta pihak-pihak yang meragukan koperasi merah putih untuk di rumah saja atau silakan mencari negara lain.

"Yang ragu-ragu, duduk di rumah saja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain, tidak ada yang melarang," tutup Prabowo.

Turut hadir dalam acara tersebut dari unsur kementrian Kabinet Merah Putih di antaranya Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, serta CEO Danantara Rosan Roeslani  serta 5 pimpinan lembaga negara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Muhammad Herindra.*

--- Hendrik Penu

Komentar