BOLA Ronaldinho Putuskan Gantung Sepatu 17 Jan 2018 08:05
Ronaldinho memulai karir profesional di sepak bola di kampung halamannya bersama Gremio. Paris Saint-Germain adalah klub pertama Eropa yang merekrutnya pada 2001.
SAO PAULO, IndonesiaSatu.co -- Bintang Brasil Ronaldinho akhirnya memutuskan gantung sepatu pada usia 37 tahun. Selama karirnya, Ronaldinho telah memenangkan banyak gelar, baik Piala Dunia bersama Brasil maupun Liga Champion dan Ballon d’Or bersama klub-klub top Eropa.
Puncak prestasi dan kegemilangannya di lapangan hijau dilaluinya bersama Barcelona. Setelah melanglang buana di benua biru, Ronaldinho yang sudah menurun prestasinya akhirnya kembali ke negaranya. Dua tahun lalu (2015) Ronaldinho berhenti bermain sepak bola setelah beberapa saat bergabung bersama Fluminense.
Juli lalu, ketika menjalani pertandingan persahabatan di Chechnya, Ronaldinho mengatakan bahwa dirinya sudah “terlalu tua” untuk kembali bermain sepak bola.
Roberto Assis kepada O Globo mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah membuat rencana melakukan pertandingan penghormatan untuk Ronaldino usai Piala Dunia 2018.
“Dia sudah berhenti, sudah selesai,” kata Assis sebagaimana dikutip dari The Guardian (16/8/2018).
“Mari kita lakukan sesuatu yang besar dan indah setelah Piala Dunia Rusia, kemungkinan pada bulan Agustus. Kami akan buat event yang berbeda di Brasil, Eropa, dan Asia tentu saja. Kami sedang merancang sesuatu dengan tim Brasil sebaik mungkin.”
Ronaldinho memulai karir profesional di sepak bola di kampung halamannya bersama Gremio. Paris Saint-Germain adalah klub pertama Eropa yang merekrutnya pada 2001.
Namun saat di Barcelona antara 2003 dan 2008-lah yang menjadi masa kejayaannya dengan menyajikan penampilan luar biasa yang dikenang dalam sejarah sepak bola Spanyol, di antaranya saat menang 3-0 atas Real Madrid di Bernabeu pada 2005.
Dia mengantarkan Barca ke Liga Champions pada 2006, La Liga pada 2005 serta 2006, dan memenangkan Ballon d'Or pada 2005.
Ronaldinho merapat ke Milan pada 2008 untuk mempersembahkan gelar Scudetto padsa 2011, sebelum kembali ke Brasil guna membawa Atletico Mineiro meraih gelar Copa Libertadores pertamanya pada 2013.
Dikenal dengan umpan ajaibnya, tendangan bebas mematikan dan gaya mengalir ala sepak bola Brasil umumny, dia sudah 101 kali memperkuat timnas Brasil dengan mencetak 35 gol, termasuk tendangan bebas mempesona yang mengusir Inggris dari Piala Dunia 2002.
--- Simon Leya
Komentar