Breaking News

KEUANGAN RUPST Bank Artha Graha Angkat Elvin Halim Jadi Dirut Baru 22 Jun 2026 14:20

Article image
Melalui implementasi sistem Talent Management, pengembangan kepemimpinan, dan peningkatan kompetensi digital, INPC berupaya membentuk organisasi yang adaptif terhadap regulasi perbankan modern

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Emiten perbankan swasta PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. (INPC) resmi merombak susunan pucuk pimpinan manajemen tertinggi perseroan. Melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), para pemegang saham sepakat menunjuk Elvin Halim sebagai Direktur Utama yang baru.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen INPC mengonfirmasi telah memberhentikan dengan hormat Andy Kasih dari jabatannya sebagai Direktur Utama terhitung sejak penutupan rapat pleno tahunan tersebut.

"Memberhentikan dengan hormat Bapak Andy Kasih selaku Direktur Utama Perseroan, yang berlaku efektif terhitung sejak ditutupnya Rapat ini," tulis manajemen INPC dalam rilis resminya, dikutip Senin (22/6/2026).

Perombakan di lini direksi ini sekaligus mempertegas eksistensi figur konglomerat dan tokoh nasional di barisan dewan komisaris Bank Artha Graha. Posisi Komisaris Utama tetap dijabat oleh mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Kiki Syahnakri.

Sementara itu, posisi kursi Wakil Komisaris Utama ditempati ganda oleh duet pendiri Artha Graha Network dan Agung Sedayu Group, yakni Tomy Winata dan Sugianto Kusuma alias Aguan.

Berikut adalah komposisi terbaru dewan komisaris dan direksi hasil ketetapan RUPST perseroan:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama/Komisaris Independen : Kiki Syahnakri
  • Wakil Komisaris Utama : Tomy Winata
  • Wakil Komisaris Utama : Sugianto Kusuma
  • Komisaris Independen : Pesta Uli Sitanggang
  • Komisaris Independen : Elizawatie Simon

Direksi

  • Direktur Utama : Elvin Halim
  • Wakil Direktur Utama : Christina Harapan
  • Direktur Kepatuhan/Direktur Independen: Indrastomo Nugroho
  • Direktur : Handoyo Soedirdja
  • Direktur : Susana
  • Direktur : Selvy

Manajemen optimis, koordinasi di bawah nakhoda baru akan memperkuat kinerja fundamental penyaluran kredit dan pengelolaan dana murah perusahaan di sisa tahun fiskal 2026.

Manajemen menegaskan seluruh susunan direksi baru akan berlaku efektif setelah mendapat lampu hijau Fit and Proper Test dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan modal modal CAR yang tebal sebesar 27,76%, manajemen INPC optimistis mampu menepis ketidakpastian ekonomi global serta mencetak pertumbuhan laba yang sehat bagi para pemegang saham.

Fokus Ritel & Korporasi 

Pasca-merombak susunan kepengurusan dewan direksi dalam RUPST, Bank Artha Graha langsung tancap gas. Emiten perbankan swasta ini resmi menetapkan fokus pertumbuhan pada segmen korporasi dan ritel sebagai dua pilar utama bisnis sepanjang tahun buku 2026.

Untuk menopang target tersebut, perseroan melakukan akselerasi transformasi digital melalui penguatan aplikasi Agi Digital Apps, pengembangan fitur transaksi pembelian emas, serta perluasan ekosistem layanan cross-border QRIS (QRIS antarnegara).

Dalam dokumen hasil keputusan RUPST yang digelar di Gedung Artha Graha, Jakarta, manajemen INPC melaporkan raihan fundamental yang solid. Langkah transformasi digital terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan volume transaksi yang diikuti pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) secara berkelanjutan.

Dalam agenda tahunan tersebut, Bank Artha Graha juga menyampaikan Laporan Keuangan per 31 Desember 2025. Perseroan mencatatkan total Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp22,65 triliun.

Dari total DPK tersebut, komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) berhasil terjaga di level 37,70%. Sementara itu, fungsi intermediasi bank berjalan optimal dengan penyaluran total kredit bruto sebesar Rp9,79 triliun.

Tren Pertumbuhan Kinerja Bank Artha Graha 

Indikator Finansial & Rasio Utama Capaian Rasio & Kinerja Korporasi Dampak & Tren Kualitas Fundamental
Pertumbuhan Aset Tumbuh rata-rata 5% per tahun Mencerminkan ekspansi usaha yang stabil dan berkelanjutan.
Pertumbuhan DPK Tumbuh rata-rata 7,82% per tahun Likuiditas melonjak 3,5 kali lipat dalam kurun 5 tahun terakhir.
Kompisisi CASA Stabil di level 37,70% Membentuk struktur biaya dana (cost of fund) yang lebih efisien.
Kecukupan Modal (CAR) Tangguh di level 27,76% Memberikan ruang longgar untuk ekspansi kredit di tahun 2026.
Kualitas Kredit (NPL & AYDA) Mengalami tren penurunan konsisten Rasio kredit bermasalah melandai; pengelolaan aset sitaan moderat.

Di sisi pengelolaan internal, sekretaris perusahaan mengonfirmasi bahwa manajemen menempatkan pilar Human Capital sebagai fondasi utama penopang transformasi. Melalui implementasi sistem Talent Management, pengembangan kepemimpinan, dan peningkatan kompetensi digital, INPC berupaya membentuk organisasi yang adaptif terhadap regulasi perbankan modern.***

 

--- Sandy Javia

Komentar